Kapal Cepat KM Tailana Rp 4,5 M Diduga Barang Bekas, Polda Aceh Periksa Pejabat Dishub Aceh Singkil

Kapal Cepat KM Tailana Rp 4,5 M Diduga Barang Bekas, Polda Aceh Periksa Pejabat Dishub Aceh Singkil
KM Tailana

BERITAKINI.CO, Singkil | Penyidik Polda Aceh dikabarkan telah memanggil dan memeriksa sejumlah pejabat Dinas Perhubungan Aceh Singkil. Mereka diperiksa atas kasak-kusuk pembelian Kapal Motor (KM) Tailana pada 2019 lalu senilai Rp 4,5 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh Singkil Malim Dewa dikonfirmasi membenarkan telah diperiksa penyidik Polda Aceh.

Pemeriksaan telah berlangsung pada Selasa pekan lalu, di mana selain dia, bekas Kadis Perhubungan Edi Hartono, saat ini Kadis Pariwisata Aceh Singkil, juga ikut menjalani pemeriksaan.

"Benar, selasa pekan lalu saya dan kadis lama berangkat ke sana memenuhi panggilan," kata Malim Dewa, Selasa (23/2/2021).

Menurut Malim Dewa, pemanggilan berkaitan dengan informasi yang berkembang liar, terutama di media sosial, ihwal status KM Tailana yang disebut sebagai barang second atau barang bekas.

“Jadi berkembang di media sosial kapal yang dibeli itu second dan ada mark up-nya,” kata Malim Dewa.

Malim Dewa menjelaskan bahwa pemanggilan mereka itu baru sebatas dimintai keterangan meski demikian pihaknya tetap membawa berkas yang kemungkinan diminta.

Seperti diketahui, sejak dibeli pada 2019 lalu, keberadaan KM Tailana tak hentinya menjadi buah bibir.

Kapal bermesin diesel yang sebelumnya digadang-gadang menjadi moda transportasi modern Singkil-Pulau Banyak itu hingga tahun 2021 belum juga dioperasionalkan karena beberapa kendala.

Antara lain, belum memiliki izin operasi, belum memiliki tempat sandar sehingga dinilai pembelian terkesan dipaksakan, bahkan spesifikasinya dianggap tak lazim.

Lihat: Pansus I DPRK Aceh Singkil Cium Aroma Mark Up Pengadaan Kapal Cepat KM Tailana

Pertengahan Mei 2020, Tim Panitia Khusus I DPRK Aceh Singkil juga mengendus adanya dugaan ketidaklaziman pada pengadaan kapal cepat KM Tailana.

Tak tanggung, pansus mencium adanya aroma mark up pada pengadaan kapal tersebut.

Bupati Aceh Singkil Dulmusrid saat dikonfirmasi ihwal belum beroperasinya kapal tersebut mengatakan, pengoperasian KM Tailana masih menunggu pihak ketiga.

"Saya sudah sampaikan kepada kepala Dinas Perhubungan agar segera serahkan kepada pihak ketiga agar bisa beroperasi dan bisa menghasilkan PAD Aceh Singkil, jangan hanya jadi beban," katanya, Selasa (23/2/2021).

Namun ternyata kasus KM Tailana tersebut telah ditangani Polda Aceh sehingga bupati pun agak risau karena sejumlah pejabatnya sudah dipanggil.

"Saya tidak tahu siapa saja yang sudah dipanggil yang saya dapat informasi mantan kepala dinas dan Kepala Dinas Perhubungan saat ini sudah dipanggil," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...