Duit Penjualan Sapi Tak Jelas Juntrungannya, Geuchik Peunyerat: Pihak Berwajib Ada, Silahkan Lapor

Duit Penjualan Sapi Tak Jelas Juntrungannya, Geuchik Peunyerat: Pihak Berwajib Ada, Silahkan Lapor

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Warga Gampong Peunyerat, Kota Banda Aceh menyegel kantor geuchik setempat, kemarin.

Amatan BERITAKINI.CO di lapangan, saat ini kantor geuchik tersebut masih sepi dari aktivitas pelayanan publik. Hanya geuchik yang berada di sana, sedangkan perangkat gampong diduga mogok kerja pasca penyegelan.

Penyegelan itu dipicu tudingan kurangnya transparansi geuchik atas pengelolaan aset pemerintah gampong tersebut, sehingga geuchik diminta untuk mundur dari jabatannya.

Lihat: Duit Penjualan Sapi Tak Jelas Juntrungannya, TPG dan Warga Segel Kantor Geuchik Peunyerat Banda Aceh

Menanggapi hal tersebut Geuchik Gampong Peunyerat T Ismed mengatakan, tidak semua masyarakat meminta dirinya mundur dan persoalan mundur atau tidak  harus didasari peraturan perundang-undangan.

Menurutnya masyarakat harus melihat Qanun Nomor 4 Tahun 2009 dan Qanun Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Pemerintahan Gampong.

"Di sana jelas apa saja faktor-faktor yang mengharuskan geuchik untuk mundur, bukan atas seberapa banyak masyarakat yang ikut serta dalam komplain terhadap geuchik," katanya kepada BERITAKINI.CO, Senin (25/1/2021).

Kalau dikatakan mengenai tanggungjawab, kata Ismed, dia mengaku sudah menyelesaikan semuanya.

"Kalau berbicara tanggungjawab, sudah selesai, sudah saya jalankan sesuai undang-undang yang berlaku, atas dasar mana saya dimakzulkan, kalau memang ada penyelewengan silahkan masyarakat datang kepada saya, saya terbuka, rumah saya juga buka lebar," katanya.

Bahkan Ismed menyarankan masyarakat untuk melaporkannya ke pihak berwajib jika memang ada penyelewengan dana desa tersebut.

 "Pihak berwajib ada, silahkan lapor, saya siap dengan segala tanggungjawab saya," katanya.

 Dia juga mengaku telah menyampaikan persoalan itu ke Pemerintah Kota Banda Aceh. "Persoalan ini juga sudah kita sampaikan kepada pemerintah kota, namun setelah dipelajari, tidak ada unsur yang tepat untuk membuat saya mundur, tidak ada dasar saya turun," katanya.

Ismed pun berharap masyarakat dan tokoh desanya untuk bersama-sama memajukan masyarakat Peunyerat, dengan tangan terbuka pihaknya menerima jika ada ke salahan dalam memimpin desa tersebut

"Saya menghimbau masyarakat untuk bangun kembali, dengan tangan terbuka saya menerima jika ada kesalahan, mari kita bicarakan," katanya. | Rio Syahrany Official

Komentar

Loading...