Kalah Lawan KKP di Kasus Silver Sea 2, Ini Kata Yusril

Kalah Lawan KKP di Kasus Silver Sea 2, Ini Kata Yusril

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kuasa Hukum Silver Sea Reefer Co. LTD Yusril Izha Mahendra menyerahkan pada kliennya seperti apa langkah yang akan diambil dalam menyikapi vonis hakim Pengadilan Negeri Sabang.

“Memang masih ada kesempatan untuk banding, namun semuanya kita serahkan kepada klien saja, meskipun kita sudah tahu sama tahulah isi putusan seperti itu,” katanya saat dihubungi BERITAKINI.CO, Jumat malam (20/10/2017).

Sesungguhnya, kata Yusril, keputusan itu penuh keanehan. Bagi dunia luar, katanya, logika putusan tersebut mengesankan bahwa Indonesia hanya ingin mengambil kapal dan uangnya saja.

“Sebetulnya saat baca putusan itu, kita ketawa saja. Tapi sudahlah, semuanya kita serahkan pada klien kita saja, kalau banding yang kita banding,” katanya.

Dia mengatakan, sebetulnya Silver Sea 2 tersebut hanya melintas di Zona Ekonomi Eksklusif di utara Pulau Sabang pada 12 Agustus 2015 lalu.

Pada waktu itu, kapal tersebut mematikan radio panggilnya.

"Oleh hakim, karena radio tidak nyala itu, diduga kapal itu melakukan transshipment (alih muatan) ikan. Tapi ttukan cuma dugaan, seharusnya putusan pengadilan bisa membuktikan bahwa itu ada," katanya.

Sementara transshipment yang disebut itu, kata Yusril, terjadi pada 2014 di laut Arafura.

"Sedangkan ikan yang ada di kapal itu, bukan ikan 2014, tapi ikan 2015. Dan semua datanya ada diserahkan ke pengadilan yang merupakan keterangan resmi dari Pemerintah Papua Nugini, bahwa ikan tersebut dialih muatan di Papua Nugini, bukan Indonesia," katanya.

Seperti diberitakan, Majelis Hukum Pengadilan Negeri Sabang memvonis Nakhoda MV. Silver Sea 2, Yotin Kuarabiab pidana denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan.

Baca: Vonis PN Sabang, Kapal Sisver Sea 2 Dirampas untuk Negara

Selain itu, kapal dan muatannya senilai Rp 20,5 miliar dirampas untuk negara. Putusan itu dibacakan dalam sidang pamungkas, Kamis (19/10/2017).

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU yang meminta hakim menjatuhkan pidana denda senilai Rp 500 juta subsider 6 bulan dan menuntut MV. Silver Sea 2 dirampas untuk negara begitu juga dengan hasil lelang barang bukti ikan senilai Rp 20,5 miliar lebih itu.

Rubrik

Komentar

Loading...