Kadisbudpar Aceh: Kunjungan Wisatawan ke Aceh terus Meningkat

Kadisbudpar Aceh: Kunjungan Wisatawan ke Aceh terus Meningkat

Banda Aceh | Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, SE, M.Si, Ak mengatakan, pariwisata adalah sektor yang paling efektif untuk mempercepat kemajuan ekonomi suatu daerah dan negara.

Hal ini disampaikannya saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Analisis Data dan Segmen Pasar Wisata Aceh di Hotel Bayu Hill, Takengon, Aceh Tengah, Selasa 15 Oktober 2019.

“Melalui pariwisata, dampak multiplier effect seperti terbukanya lapangan kerja, tumbuhnya sektor jasa dan produksi yang berkontribusi langsung pada kemajuan daerah dapat terjadi,” kata Jamaluddin.

Jamaluddin mengatakan, industri pariwisata Aceh juga sedang berkembang seiring dengan perkembangan industri pariwisata di pulau Sumatera melalui semangat branding wisata Aceh “The Light of Aceh” atau “Cahaya Aceh” dan sebagai co-branding wisata nasional “Wonderful Indonesia” atau “Pesona Indonesia”.

Sejak tahun 2014 hingga 2018, jumlah kunjungan wisatawan ke Aceh terus mengalami peningkatan. Tahun 2018 total kunjungan wisatawan ke Aceh mencapai 2,5 juta orang. Jumlah ini meningkat dibandingkan 2017 yang hanya tercatat sebanyak 2,3 juta wisatawan.

Komposisi wisatawan terbanyak yang terdata pada tahun 2018 berasal dari nusantara mencapai 2,2 juta dan wisatawan mancanegara sebanyak 78 ribu orang.

Ia menargetkan pada tahun 2019 angka wisatawan nusantara akan mencapai 3 juta orang dan wisatawan mancanegara 150 ribu orang.

“Kunjungan wisatawan ke Aceh terus meningkat dengan semakin dikenalnya Aceh sebagai destinasi wisata halal, baik melalui penyelenggaraan atraksi wisata, maupun publikasi melalui media sosial secara tepat sasaran,” ujarnya.

Kepala Bidang Pemasaran, Rahmadhani, MBus saat membuka acara yang sama di Meulaboh mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan meningkat mencapai 2.5 juta orang terdiri dari 2.4 juta wisatawan nusantara dan 106 ribu wisatawan mancanegara pada tahun 2018.

Sementara, pada tahun 2017, kunjungan wisatawan mencapai 2.3 juta orang terdiri dari 2.2 juta wisatawan nusantara dan 78 ribu wisatawan mancanegara.

“Angka ini diprediksi akan terus meningkat melalui semangat branding wisata “The Light of Aceh” dan ditargetkan angka kunjungan wisatawan nusantara mencapai 3 juta orang dan wisatawan mancanegara mencapai 150 ribu orang pada tahun 2019," kata Rahmadhani.

Angka kunjungan wisatawan Muslim ke Aceh diharapkan juga akan meningkat dari 35 ribu wisatawan menjadi 50 ribu wisatawan tahun 2019.”

Menurutnya, jumlah kunjungan dan lamanya wisatawan tinggal sangat berpengaruh signifikan pada ekonomi daerah, karena itu membutuhkan strategi pemasaran yaitu melalui pendekatan: Destination, Origin, Time (DOT).

Selain ia juga meminta untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang baik dan terus membenahi 3 Aspek utama Atraksi, Accesibilitas dan Amenitas (3A).

"Melalui FGD yang melibatkan Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota, Imigrasi, BPS, Pelaku Industri Wisata dan unsur lainnya di daerah melalui semangat quadro helix, diharapkan akan banyak data dan informasi penting yang diperoleh, sehingga akan berdampak positif dalam pengambilan kebijakan, khusus dalam menciptakan strategi pemasaran yang tepat sasaran.

Sebelumnya, Ketua panitia FGD, Akmal Fajar mengatakan, Kegiatan ini untuk menjaring berbagai masukan secara sistematis, terarah dan terfokus berkaitan dengan isu upaya meningkatkan kunjungan wisatawan di Aceh dengan pendekatan strategi pemasaran yang tepat.

FGD ini terlaksana berkat kerjasama Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dengan CDC Fakultas Ekonomi Unsyiah.

“Hasil kegiatan ini nantinya juga akan menjadi masukan analisis tersebut. Sehingga pada gilirannya hasil survey dapat menjadi acuan menciptakan strategi pemasaran yang tepat dalam meningkatkan jumlah wisatawan ke Aceh.”

Ia berharap agar para peserta dapat memberikan kontribusi pemikiran dan berperan aktif dalam kegiatan focus group discussion (FGD) ini, sehingga pemetaan strategi pemasaran pariwisata dengan target tersusunnnya kajian yang komperhensif untuk mengetahui dan memetakan karaketristik wisatawan secara geografi, demografi dan psikografi dapat memperoleh informasi yang tepat.[]

Rubrik

Komentar

Loading...