Kadis Perhubungan Sabang dan Manager SPBU Jadi Tersangka Korupsi BBM dan Suku Cadang

Kadis Perhubungan Sabang dan Manager SPBU Jadi Tersangka Korupsi BBM dan Suku Cadang

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang menetapkan Kepala Dinas Perhubungan Sabang tahun 2019, IS (kini menjabat kepala Kesbangpol) dan Manager SPBU Nomor 14.235409, SH menjadi tersangka korupsi  belanja Bahan Bakar Minyak (BBM), pelumas dan suku cadang tahun anggaran 2019, Rabu (10/3/2021).

Jaksa telah mendapatkan dua alat bukti serta gambaran kerugian negara senilai Rp 577,2 juta dari kasus tersebut.

Kajari Sabang Choirun Parapat menjelaskan, jaksa telah menyelidiki kasus tersebut sejak Oktober 2020 lalu.

Di mana Dinas Perhubungan Kota Sabang pada tahun anggara 2019 membelanjakan senilai 1,56 miliar lebih untuk BBM, pelumas dan suku cadang, namun pada praktiknya, diduga terdapat belanja yang fiktif.

Jaksa menemukan modus operandi yang diduga dijalankan oknum pada dinas tersebut yakni dengan mencetak voucher yang kemudian dipergunakan untuk mengisi BBM pada SPBU yang telah ditentukan.

“Voucher tersebut sengaja dicetak lebih untuk ditukarkan dengan uang pada SPBU yang seolah-olah voucher tersebut benar dipergunakan untuk mengisi BBM padahal diketahui sebagaian voucher tersebut adalah fiktif,” kata Choirun Parapat.

Untuk membuat voucher-voucher BBM itu seolah benar sudah dipergunakan, pelaku dalam laporannya menggunakan nomor pelat bus yang tidak beroperasi, seolah-olah bus tersebut dipergunakan saat genting.

“Selain itu, ada juga yang menggunakan pelat bus yang beroperasi akan tetapi voucher tersebut tidak pernah diberikan kepada supir melainkan ditukarkan sendiri dengan uang oleh oknum Dinas Perhubungan ke SPBU yang seolah-olah benar voucher tersebut telah dipergunakan oleh para supir untuk mengisi BBM,” katanya.

Dan untuk mempermulus tindakan yang dilakukannya, oknum pada Dinas Perhubungan Kota Sabang tersebut telah bekerjasama dengan pihak SPBU untuk memberikan konpensasi ke pihak SPBU atas penukaran voucher fiktif tersebut.

“Selanjutnya sebulan sekali oknum Dinas Perhubungan merekap semua voucher tersebut termasuk dengan voucher fiktif dan kemudian diajukan untuk pencairan, dan uang atas pencairan fiktif tersebut dipergunakan untuk keperluan pribadi oknum Dinas Perhubungan,” katanya.

Sedangkan untuk dugaan penyalahgunaan anggaran pada belanja suku cadang, lanjutnya, oknum Dinas Perhubungan Kota Sabang menggunakan modus yang hampir sama yaitu dengan cara menaikkan beberapa item barang fiktif pada Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang seolah-olah benar semua barang yang diajukan pencairan telah dipergunakan.

Untuk mempermudah pembuatan SPJ, oknum Dinas Perhubungan hanya menyuruh teken saja pihak pemeriksaan barang dan pengurus barang pada lembaran SPJ.

“Dengan telah diperolehnya minimal dua alat bukti dan telah mendapat gambaran perhitungan kerugian negara, maka pada tahap ini penyidik menetapkan oknum yang bertanggungjawab atas tindakan yang berakibat menimbulkan kerugian negara yaitu IS (kepala Dinas Perhubungan Kota Sabang 2019) dan SH (Manager SPBU No. 14.235409 Tahun 2019),” kata Choirun Parapat.

“Akan tetapi tidak menutup kemungkinan penambahan tersangka lagi jika di kemudian hari penyidik menemukan fakta baru.”

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 Jo Pasal Jo 18 Ayat (1) huruf a, b, Ayat (2), Ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Editor
Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...