Kabur Setelah Setubuhi Gadis SMP Dua Tahun Lalu, AKA Akhirnya Ditangkap di Seulimum Aceh Besar

Kabur Setelah Setubuhi Gadis SMP Dua Tahun Lalu, AKA Akhirnya Ditangkap di Seulimum Aceh Besar

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Pelarian AKA (20) berakhir sudah. Setelah buron selama dua, Tim Ditreskrimum Jatanras Polda Aceh dan Jarantas Satreskrim Polresta Banda Aceh akhirnya berhasil meringkus warga Desa Lamteuba Dore, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar ini pada Jumat malam, 1 Oktober 2020.

“Ditangkap di rumah neneknya,” kata Kasatreskrim Polresta Banda Aceh AKP Muhammad Ryan Citra Yudha, Sabtu (3/10/2020).

Ryan mengatakan, AKA merupakan tersangka pelaku persetubuhan terhadap anak di bawah umur, sebut saja Bunga.

Persetubuhan itu dilakukan pada pada 6 November 2018 lalu di rumah kontrakan AKA di Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Saat itu, Bunga masih berusia 15 tahun atau masih duduk di bangku SMP.

Antara AKA dan Bunga, kata Ryan, berkenalan lewat media sosial. Keduanya kemudian berpacaran.

“Pada 6 November 2018 itu, mereka bertemu,” kata Ryan.

AKA pun membawa Bunga ke rumah kontrakannya dengan alasan mengganti pakaian. Setelah itu, mereka pun pergi jalan-jalan.

Taka lama, kembali lagi ke kontrakan. AKA lantas mengajak Bunga masuk ke dalam kamar kontrakan tersebut. Namun Bunga menolak, tapi AKA memaksa dengan menarik tangannya.

Di dalam kamar, AKA mengajak Bunga berhubungan badan. Lagi-lagi Bunga menolak.

"AKA ini mamaksa bahkan sampai menampar Bunga di pipinya. Dia pun kemudian menyetubuhi korban," katanya.

Pada 11 November 2018, ibu korban pergi mengontrol Bunga ke sekolah. Namun sang ibu tak menemukan anaknya itu di sekolah.

Ternyata, Bunga berada di rumah kontrak AKA.

Mengetahui ibunya berada di sekolah, Bunga pun kembali ke sekolahnya.

"Ibu korban langsung membawa anaknya itu ke Polsek Baitussalam karena khawatir anaknya itu mengonsumsi narkoba," kata Ryan.

Ternyata dari hasil interogasi, justru Bunga mengungkapkan bahwa dia telah disetubuhi oleh AKA.

Polisi pun bergerak melakukan penyelidikan. AKA berhasil ditangkap pada 12 Desember 2018. Saat itu usianya masih 18 tahun. AKA mengakui seluruh perbuatannya.

"Karena saat kejadian pelaku masih di bawah umur, maka dititipkan di LPKS pada 13 Desember 2018, tapi pada 21 Desember 2018 dia melarikan diri," kata Ryan.

Polisi pun memasukkan AKA ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan disebar luaskan ke media sosial serta tempat keramaian.

Hingga pada 1 Oktober 2020, polisi mendapatkan informasi, AKA berada di rumah neneknya di Gampong Tiengkeum, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar.

Bergerak cepat, polisi langsung menuju ke lokasi.

"Dia sempat kabur dari pintu belakang rumah neneknya itu. Dan berhasil melompati pagar, tapi akhirnya terjatuh dan dibekuk polisi," katanya.

Atas perbuatannya itu, AKA pun disangkakan dengan Pasal 81 UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak sebagaimana yang telah diubah dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Rubrik

Komentar

Loading...