Jual-Beli Ijazah Palsu di Bener Meriah, Kadisdik Terima Rp 5 Juta per Lembar?

Jual-Beli Ijazah Palsu di Bener Meriah, Kadisdik Terima Rp 5 Juta per Lembar?
Kepala Dinas Pendidikan Bener Meriah, Sukur

BERITAKINI.CO, Redelong | Beredarnya dugaan ijazah palsu bersumber dari Dinas Pendidikan (Disdik) Bener Meriah kembali mencuat.

Dugaan ijazah palsu tersebut bermula dari ungkapan salah seorang Aktivis Gayo Badri Linge baru-baru ini.

Ia menyebut, banyak aparatur desa di Kabupaten Aceh Tengah menggunakan dugaan ijazah palsu sebagai syarat perlengkapan administratif sebagai calon aparatur desa.

“Kebanyakan ijazah tersebut bersumber dari Dinas Pendidikan Bener Meriah,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bener Meriah, Sukur membenarkan adanya informasi dugaan ijazah palsu bersumber dari dinas pendidikan tersebut.

“Hari ini saja kita sudah menahan dua ijazah yang diduga palsu, tadi ada dua orang ingin melegalisir ijazah, namun setelah kita sesuaikan nomor ijazah tersebut dengan data yang ada, nomor itu tidak sesuai,” katanya.

Ia menduga, dua ijazah tersebut baru dimiliki sejak beberapa bulan lalu meski tahun ijazah dikeluarkan pada 2010.

“Bahkan dari pengakuan kedua orang tersebut, ijazah itu dibeli dari seseorang, lagian blangko ijazah itu asli, hanya saja nama pemilik ijazah itu ditukar,” ungkapnya.

Ia juga mengungkap dulunya bahwa pihaknya mendapat laporan banyak blangko ijazah di Dinas Pendidikan Bener Meriah tersebut telah hilang.

“Saya mendapat laporan itu dari mantan kepala bidang saya, menyebut sebelumnya ada blangko ijazah yang hilang. Atas dasar laporan itu, jika ada yang melegalisir kami pastikan untuk memeriksanya kembali,” ungkap Sukur.

 “Sejak April 2020 kami sudah mewanti-wanti jika ada ijazah paket B atau paket C yang dilegalisir, akan kami pastikan nomornya apakah sesuai dengan DNT yang ada.”

Anehnya lagi, ungkap Sukur, dirinya telah menemukan dugaan beberapa ijazah palsu yang telah dilegalisir dengan stempel basah.

“Ijazah itu sudah dilegalisir dengan stempel basah, namun tanda tangan saya di-scan. Karena saat dicek, nomornya itu tidak asli,” ungkapnya.

Saat ini, kata Sukur, pihaknya sudah menahan belasan dugaan ijazah palsu tersebut di kantor Dinas Pendidikan Bener Meriah.

“Jikapun nantinya pihak kepolisian meminta ijazah ini sebagai bukti, maka akan kami berikan. Sejauh belum ada membuat laporan, karena ini sudah menjadi ranah hukum yang akan mengusut tuntas,” ujarnya,

Begitu juga, dirinya mengaku mejadi korban lantaran ada pihak yang telah memfitnah dirinya terlibat dalam pemalsuan ijazah tersebut.

“Saya sudah screenshot status salah satu akun Facebook yang menyebut kalau saya menerima satu ijazah palsu dengan harga Rp 5 juta. Nah dalam hal ini saya difitnah dan telah menjadi korban,” kata Sukur.

Sejauh ini pihaknya belum dapat memastikan bahwa ada pihak internal Dinas Pendidikan Bener Meriah yang terlibat dalam pemalsuan ijazah tersebut.

“Biarkan pihak penegak hukum yang akan mengusut persoalan ini, jika pun nanti saya terlibat dalam persoalan tersebut, silahkan buktikan. Intinya kita profesional dalam kasus ini,” ucapnya.

Ia berharap adanya titik terang terhadap kasus peredaran ijazah tersebut sehingga dapat dituntaskan oleh pihak penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian.

Rubrik

Komentar

Loading...