Jelang PORA XIII, Plt Gubernur Tinjau Realisasi Proyek JSC di Aceh Besar, Seperti Apa Kemajuannya?

Jelang PORA XIII, Plt Gubernur Tinjau Realisasi Proyek JSC di Aceh Besar, Seperti Apa Kemajuannya?
Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat meninjau venue PORA XIII di Jantho Sport City | Foto: BERITAKINI.CO/Dadang Heryanto

BERITAKINI.CO | Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah meninjau kesiapan proyek-proyek fisik Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII di Kota Jantho, Aceh Besar, Minggu (14/10/2018).

Even olahraga terbesar di Aceh ini sendiri akan dilangsungkan pada 18 November 2018 mendatang.

Praktis, Pemerintah Aceh Besar sebagai tuan rumah hanya memiliki waktu sekitar satu bulan lebih untuk merampungkan semua perkerjaan hingga fungsional.

Pagi tadi, Plt Gubernur Nova Iriansyah datang bersama rombongan yang beranggotakan kepada SKPA, di antaranya, Asisten II Pemerintah Aceh Taqwallah, Kepala Bappeda Aceh Azhari, Kepala Dinas PUPR Fajri, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin, Kepala Badan Pengelola Keuangan Aceh Jamaluddin, dan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh A Hanan.

Didampingi Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, Nova melihat langsung progres pembangunan, seperti pengerjaan proyek-proyek di Jantho Sport City (JSC) yang berada persis di depan Pendopo Bupati Aceh Besar.

JSC adalah lokasi di mana venue-venue cabang olahraga dipusatkan, lengkap dengan landscape, akses jalan, lahan parkir, dan fasilitas umum lainnya.

Nova mendatangi satu demi satu venue bahkan menemukan salah satu proyek yang kemajuannya sangat lambat yakni Pembangunan Gedung Olahraga Basket, Voly, Angkat Berat dan Tenis Meja. Venue ini dikenal dengan sebutan Gedung A.

Dilihat BERITAKINI.CO di laman LPSE Pemerintah Aceh Besar, proyek ini dikerjakan PT Joglo Multi Ayu dengan nilai kontrak Rp 19,9 miliar lebih.

Sementara pekerjaan pengawasan proyek ini dimenangkan CV Joint Structure Design dengan nilai kontrak Rp 435 juta lebih.

Nova juga meninjau beberapa venue lainnya seperti Gedung Beladiri, Gedung Olahraga Tinju, dan Stadion Sepak Bola Mini. Ketiga venue ini juga tampak belum sepenuhnya rampung alias masih tak-tuk.

Tapi terdapat juga sejumlah venue yang kini sudah dalam tahap finishing, seperti Gedung Sepak Takraw dan Gedung Olahraga Bulu Tangkis.

Terlihat juga pembangunan wall panjat tebing yang juga belum selesai.

Di sisi lain, landscape, lahan parkir, dan akses jalan dalam komplek JSC sepertinya sama sekali belum terjamah.

Akibatnya, hujan yang mengguyur Jantho dalam beberapa hari terakhir, telah membuat akses jalan di sana menjadi kubangan dan berlumpur. Kondisi ini sekaligus menyulitkan rekanan untuk merampungkan perkerjaan yang lain.

Di lokasi JSC, Nova sempat mewawancarai sejumlah rekanan. Tak jarang dia melemparkan beberapa pernyataan yang bernada kritikan.

Nova juga menegaskan agar rekanan memacu proyek-proyek tersebut, terutama akses jalan.

Tak hanya meninjau JSC, Nova juga menyambangi proyek Mess Atlet yang letaknya hanya terpaut sekitar seratus meter dari komplek JSC.

Proyek ini menelan anggaran senilai Rp 17,1 miliar yang dikerjakan oleh PT Sarjis Agung Indrajaya dan bersumber dari dana APBA 2018.

Nova sempat memprotes realiasi fisik saat melihat langsung salah satu mess di lokasi itu. "Ini sangat terlihat finishingnya kasar," kata Nova yang sesungguhnya adalah seorang insinyur ini.

Nova juga menyoroti penggunaan material yang menurutnya: abal-abal.

"Ini harus segera dibenahi," kata Nova.

Sementara itu Bupati Aceh Besar Mawardi Ali optimis pekerjaan Jantho Sport City dan beberapa proyek pendukung PORA XIII akan rampung sebelum even digelar.

Khusus untuk Gedung A di lokasi JSC, kata Mawardi, dia juga sudah menekankan pada rekanan agar memacu pekerjaannya.

Rekanan sendiri, kata Mawardi, juga telah berkomitmen untuk merealisasikan Gedung A hingga fungsional. "Walau tidak siap seratus persen, tapi bisa difungsikan saat pertandingan," kata Mawardi.

PPTK Proyek Gedung A Ikhsan yang diwawancara terpisah juga mengatakan bahwa rekanan memang telah merealisasikan komitmennya dengan menambah pekerja dan bekerja siang malam untuk mencapai target gedung bisa difungsikan.

Waktu yang dibutuhkan untuk pembangunan gedung A sesungguhnya banyak tersita di awal-awal tender di mana proyek ini pernah mengalami dua kali gagal tender.

Alhasil, penandatanganan kontrak juga ikut terlambat dan berkonsekuensi pada realisasi fisik. "Jika merujuk pada dokumen, kontrak proyek ini berakhir pada Desember 2018. Tapi meski begitu, rekanan sudah membuat komitmen dengan bupati untuk memacu kesiapannya sehingga bisa difungsikan," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...