Jelang Meugang Ramadan, Pedagang Mulai Naikkan Harga Jual Daging di Banda Aceh

Jelang Meugang Ramadan, Pedagang Mulai Naikkan Harga Jual Daging di Banda Aceh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kenaikan harga daging jelang meugang (tradisi menyantap daging) ramadan, selalu terjadi setiap tahun.

Di Banda Aceh, para pedagang pun kini sudah mulai menaikkan harga jual daging mencapai 15 persen dari harga biasanya.

Pedagang daging di Pasar Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, misalnya, kini mematok Rp 140-150 ribu untuk satu kilogram daging sapi, di mana pada hari-hari sebelumnya masih dijual dengan harga Rp 120-130 ribu per kilogramnya.

Putra, salah satu pedagang di pasar tersebut mengaku, kenaikan harga dipicu keterbatasan suplai, sementara permintaan daging meningkat menjelang hari besar Islam tersebut. 

"Kami pun membeli dengan harga yang relatif tinggi, karena itu, harga jualnya juga kita naikkan jadi Rp 140 hingga 150, kalau kemarin-kamarin kita bisa jual 120 per kilogram," kata Putra saat dijumpai BERITAKINI.CO, Rabu (7/4/2021).

Putra bahkan memperkirakan pada hari meugang nanti (biasanya dua hari sebelum ramadan) harga jual daging akan mengalami kenaikan lebih tinggi.

"Kalau meugang nanti ini akan lebih tinggi, bisa jadi harganya Rp 170 hingga 180 per kilogramnya," kata Putra.

Kenaikan harga ini tentu saja membuat sebagian pembeli merasa berat. 

Yanti (35) warga Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, yang ditemui di pasar tersebut mengaku, kenaikan harga daging tersebut telah mempengaruhi kemampuan belanjanya. 

“Karena diperparah dengan harga komoditi lainnya yang mulai terkerek naik, ini menggerus kemampuan belanja kita,” katanya.

"Seharusnya kan harga daging standar sajalah, jangan seperti ini, setiap mau meugang pasti naik." 

Yanti pun berharap kenaikan harga ini bisa diatasi oleh pemerintah, misal, dengan melakukan operasi pasar. 

“Pemerintah kan bisa melakukan operasi pasar dengan menggelar pasar murah, bisa mensubsidi. Pemerintah punya perangkat, punya anggaran kan, jangan hanya dibelanjakan untuk kepentingan pegawai saja, beli mobil dinas, beli baju dinas, beli kursi direktur, ” katanya.

"Harusnya pemerintah kembalikan harga normal kan, apalagi di masa Covid 19 seperti ini, emasukan kita tidak sesuai dengan pengeluarannya, kalau seperti ini kan sama saja menyusahkan warga." 

Rubrik

Komentar

Loading...