Jasad Ibu dan Anak yang Tewas Bersimbah Darah di Aceh Timur Diautopsi di Medan

Jasad Ibu dan Anak yang Tewas Bersimbah Darah di Aceh Timur Diautopsi di Medan

BERITAKINI. CO, Idi | Polisi masih menyelidiki penyebab kematian ibu dan anak yang ditemukan di bawah kolong tempat tidur di kediamannya di Aceh Timur.

Sehingga saat ini belum bisa disimpulkan penyebab kematian kedua korban tersebut.

Kapolres Aceh Timur melalui Kasatreskrim Dwi Arys Purwoko yang dikonfirmasi mengatakan, saat ini, jenazah kedua korban sedang dalam proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara, Medan, Sumatera Utara.

Lihat juga: Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Aceh Timur

Dwi, juga mengatakan petugas sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan barang bukti.

"Ada beberapa barang bukti yang sudah kita amankan,” katanya.

Petugas juga belum bisa memastikan penyebab kematian korban.

Dari hasil pemeriksaan awal, kata Dwi, saat ditemukan, terdapat luka di tubuh korban yang mengeluarkan darah dan sudah mongering.

"Kita belum tau korban meninggal kenapa yang jelas dari tubuh korban saat ditemukan mengeluarkan darah yang sudah mengering,” katanya.

Menurutnya, luka yang mengeluarkan darah juga belum bisa dipastikan akibat senjata tajam.

Selain itu petugas juga telah meminta keterangan saksi-saksi di antaranya tetangga korban, menantu dan anak korban.

Berdasarkan KK keluarga tercatat, kata Dwi, di rumah tersebut ditempati empat orang. Mereka adalah Siti Fatimah (korban), Nadatul Afraa (korban), Sisma dan Lisa.

"Korban tinggal di rumahnya bersama tiga anaknya, Namun dua anaknya yang lain tidak berada di lokasi kejadian saat itu,” katanya.

Seperti diberitakan, ibu dan anak perempuannya ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, di Dusun Jati, Desa Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Senin (15/2/2021).

Keduanya ditemukan dengan kondisi mengenaskan sekira pukul 12.30.WIB tadi.

Plt Kapolsek Simpang Jernih Ipda Rudiono mengatakan, kedua korban bernama Siti Fatimah (56) dan putrinya Nadaatul Adraa (15).

"Ditemukan bersimbah darah di bawah kolong tempat tidur,” kata Rudiono.

Mereka ditemukan oleh M Nasir (39) tetangga korban.

M Nasir, kata Rudiono, sebelumnya dimintai pertolongan oleh Fatimah yang merupakan menantu korban untuk mengecek ke rumah mertuanya tersebut.

Sebab, korban diketahui sudah tiga hari tidak terlihat.

Selain itu, Fatimah juga sudah mencoba menghubungi keluarganya di Aceh Tamiang dengan maksud menanyakan apakah korban ada di Kuala Simpang.

Selanjutnya, kata Kapolsek, M Nasir bergerak menuju ke rumah Kamaruddin yang merupakan anak laki laki korban, untuk memberitahu perihal tersebut.

Namun, katanya, Kamaruddin tidak berada di rumahnya dan diketahui sedang membawa penumpang ke Kuala Simpang.

M Nasir kemudian mencoba menghubungi Kamaruddin melalui telepon di mana kemudian Kamaruddin meminta M Nasir untuk mendobrak pintu rumah ibunya tersebut.

Lebih lanjut, M Nasir bersama warga menuju rumah tersebut dan saat berada di teras rumah sudah tercium bau busuk, diduga berasal dari dalam rumah.

Kemudian mereka mendobrak pintu rumah dan terlihat darah yang berceceran di depan pintu kamar tidur bagian depan.

Selain itu, kata Rudiono, M Nasir yang mengintip ke arah bawah kolong tempat tidur, melihat kedua korban sudah terbujur kaku.

Panik, M Nasir selanjutnya menghubungi perangkat desa dan melaporkannya ke polsek.

Rubrik

Komentar

Loading...