Jalan Diblokir oleh Pemilik Lahan, Rekanan: Kompensasi Sudah Diberikan Melalui Perangkat Desa

Jalan Diblokir oleh Pemilik Lahan, Rekanan: Kompensasi Sudah Diberikan Melalui Perangkat Desa

BERITAKINI.CO, Meulaboh | Manajemen CV Aura Rifki, rekanan yang membangun breakwater atau tanggul pemecah ombak di Muara Krung Cangkoi, Aceh Barat, mengaku telah memberikan kompensasi kepada setiap warga yang tanahnya digunakan sebagai jalur lintasan truk pegangkut material batu gajah.

“Jauh-jauh hari kita sudah serahkan kompensasi melalui aparatur desa. Karena mereka yang mendata tanah siapa saja yang terlintasi, nantinya mereka yang akan berikan langsung ke warga,” kata Pelaksana Lapangan, Efendi saat dikonfimasi BERITAKINI.CO, Minggu (18/11/2018).

Biaya kompensasi tersebut, kata Efendi, diberikan kepada warga sekitar karena lintasan truk material memiliki dampak bagi warga sekitar, seperti debu dan perubahan struktur tanah akibat sering dilalui truk bermuatan berat.

Baca: Tak Bayar Kompensasi, Pemilik Tanah Blokir Jalur Truk Pengangkut Batu Gajah di Aceh Barat

“Jadi kompensasi kita berikan sebagai tanggungjawab moral kepada masyarakat, mungkin saja saat pengangkutan ada masayarakat yang terkena debu atau merasakan getaran. Kalau konstur tanah rusak, kita juga akan memperbaikinya saat selesai pelaksanaan pembangunan talut,” jelas Efendi.

Sementara itu, Ketua Pemuda Desa Padang Seurahet, Muhklis, kepada BERITAKINI.CO mengatakan, jumlah penerima kompensasi yang diberikan oleh rekanan yang sedang membangun tanggul pemecah ombak itu, mencapai 60 Kepala Keluarga (KK).

“Yang sudah mengambil ada 41 KK, selebihnya belum diserahkan. Sebab kita mendatangi rumah pemilik sambil menjelaskan terkait pelaksanaan kegiatan kontruksi di bekas perkampungannya,” sebutnya.

Kata dia, setiap KK akan mendapatkan dana kompensasi sebesar Rp 300 ribu dan diserahkan langsung oleh perangkat desa.

“Kompensasi itu kita bagi rata semua kepada pemilik lahan, walau pun lahan yang dipakai hanya sedikit. Ini kita lakukan agar tidak terjadi kecemburuan,” kata Muhklis.

Kata dia, saat ini pemblokiran jalan tersebut sedang dimediasi oleh perangkat desa agar tidak mengganggu proyek pengerjaaan tanggul pemecah ombak yang bersumber dari dana otsus dengan pagu anggaran mencapai Rp 2,4 miliar.

"Sedang dimediasi agar pembagunan tidak terganggu dan dapat selesai tepat waktu," kata Muhklis.

Rubrik

Komentar

Loading...