Jaksa Kejari Jantho Dilaporkan ke Komisi Kejaksaan

Jaksa Kejari Jantho Dilaporkan ke Komisi Kejaksaan

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Salah satu jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jantho, bernisial A yang menangani kasus penganiayan terhadap Muhammad Rafsanjani, dilaporkan ke Komisi Kejaksaan (Komjak).

Laporan itu dilayangkan Susi Susanni, kakak kandung Muhammad Rafsanjani, pada Rabu (7/11/2018).

Pelaporan tersebut mengagendakan 'Pengaduan Terhadap Jaksa Negeri Jantho’ terkait tuntutan terhadap dua tersangka kasus penganiayaan.

Susi melaporkan jaksa A karena dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jantho beberapa waktu lalu, menuntut dua terdakwa yang menganiaya adiknya sangat rendah.

Kata Susi, JPU menjerat para terdakwa dengan Pasal 170 Ayat (2) ke 2 KUHP dengan hukuman 1 tahun 6 bulan. Tuntutan yang dibacakan JPU itu sangat disesalkan keluarga korban.

"Kami sangat kecewa atas tuntutan jaksa. Adik kami yang dianiaya para terdakwa sekarang cacat permanen, namun tuntutannya hanya segitu," kata Susi pada BERITAKINI.CO, Jumat (9/11/2018).

Kasus ini bermula saat Muhammad Rafsanjani menjadi korban penganiayaan oleh pemilik usaha fotocopy di kawasan Gampong Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, pada 26 Februari 2018 lalu.

Korban dituduh melakukan pencurian dan dipukul menggunakan besi oleh pemilik usaha tempatnya bekerja itu.

Akibatnya, korban mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuhnya sehingga mengalami cacat permanen.

Keluarga korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Ingin Jaya. Saat itu, kata Susi, petugas Polsek menolak menerima laporan sehingga keluarga korban membuat laporan ke Polda Aceh dengan bukti lapor Nomor: BL140/II/YAN.2.5./2018/SPKT.

Polisi kemudian menangkap dua pelaku yakni Zumari dan Ahmad Syairazi. Usai diperiksa, polisi kemudian menetapkan keduanya sebagai tersangka kasus penganiayaan. Kedua terdakwa tersebut telah divonis 1 tahun penjara oleh hakim PN Jantho, Kamis kemarin (8/11/2018).

Sebagai bentuk ketidakpuasan, kata Susi, dirinya telah mengajukan laporan secara tertulis kepada Komisi Kejaksaan RI agar dapat memeriksa Jaksa Penuntut Umum A yang menangani perkara adiknya itu.

"Kami selaku pihak korban dan masyarakat biasa sangat berharap mendapat keadilan di hadapan hukum yang adil,” kata Susi.

Rubrik
Pemprov Aceh

Komentar

Loading...