Jadi Tersangka, Rekanan Pengadaan Furniture di RSUD Pijay Dijebloskan ke Penjara

Jadi Tersangka, Rekanan Pengadaan Furniture di RSUD Pijay Dijebloskan ke Penjara

BERITAKINI.CO, Meureudu | Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya telah menetapkan dua tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi pengadaan peralatan rawat inap di RSUD setempat.

Dua tersangka tersebut masing-masing Hasan Basri Bin A Jalil, selaku pengendali CV Aceh Daroy Indah, dan Jailani Bin M Gade, pelaksana pekerjaan.

Berdasarkan hasil audit, kerugian negara dalam kasus pengadaan furniture nurse station tersebut mencapai Rp 250 juta.

Keduanya, disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf a, b ayat (2), ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Kitap Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) ke I.

“Kedua tersangka sudah ditahan di Rutan kelas II B Sigli selama 20 hari, terhitung sejak 24 Oktober sampai 18 November 2018,” kata Kasi Intel Kejari Pidie Jaya, Sutrisna SH, Rabu (24/10/2018).

Kata dia, keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan berdasarkan surat perintah penyidikan (Sprindik) nomor 01/N.1.31/08/2018, yang dikeluarkan pada 29 Agustus 2018.

“Keduanya ditahan dengan pertimbangan ancaman di atas lima tahun, serta dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti,” kata Sutrisna.

Dalam melakukan tindak pidana korupsi, kata dia, Hasan Basri mengendalikan CV Aceh Daroy Indah yang diketahui milki istrinya Khairunisa.

“Hasan Basri meminjamkan dan menyetujui pekerjaan dilakukan tersangka Jailani,” kata Sutrina.

Namun Jailani tidak mengerjakannya sesuai dengan volume dari total nilai kontrak Rp 573 juta.

“Sementara pembayaran sudah 100 persen. Namun ditemukan pekerjaan yang tidak terlaksana dan menyebabkan terjadinya kerugian negara berdasarkan perhitungan sementara kurang lebih Rp 250 juta,” paparnya.

Dalam mengungkapkan kasus tindak pidana korupsi tersebut, Kejari Pidie Jaya telah memeriksa 22 orang saksi serta satu saksi ahli.

“Kalau untuk tersangka lainnya, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," katanya. | NURZAHRI

Rubrik

Komentar

Loading...