Israel Minta Bantuan Militer Rp 14 Triliun ke Amerika untuk Isi Ulang Iron Dome

Israel Minta Bantuan Militer Rp 14 Triliun ke Amerika untuk Isi Ulang Iron Dome

BERITAKINI.CO | Israel akan meminta bantuan militer dari Amerika Serikat sebesar US$ 1 miliar (Rp 14,3 triliun) pekan ini, kata Senator Republik Lindsey Graham dalam program "Fox and Friends" pada Selasa.

Pejabat Israel mengkonfirmasi permintaan ini, menurut laporan Axios, dikutip 3 Juni 2021. Pejabat itu mengatakan bantuan akan digunakan untuk mengisi kembali sistem pertahanan udara Iron Dome dan membeli amunisi untuk angkatan udara Israel, terutama bom yang dipandu dengan perangkat kendali presisi.

Tetapi beberapa anggota Kongres Demokrat menentang pemberian senjata tambahan kepada Israel setelah setidaknya 256 warga Palestina tewas dalam pertempuran bulan lalu di Jalur Gaza, terutama oleh serangan udara Israel.

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz akan tiba di Washington pada hari Kamis untuk melakukan pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Lloyd Austin dan penasihat keamanan nasional Jake Sullivan, kata kantor Gantz. Permintaan bantuan akan menjadi fokus kunjungan Gantz, kata pejabat Israel.

"Akan ada permintaan yang dibuat oleh Israel ke Pentagon pada hari Kamis untuk bantuan US$ 1 miliar untuk mengisi ulang baterai Iron Dome. Ini akan menjadi investasi yang bagus untuk rakyat Amerika. Saya akan memastikan di Senat bahwa mereka mendapatkan uangnya," kata Graham kepada Fox sehari setelah bertemu Netanyahu dan Gantz di Israel.

Permintaan itu muncul di tengah meningkatnya kritik terhadap penjualan senjata Amerika ke Israel, serta bantuan US$ 3,8 (Rp 54,3 triliun) yang sebagian besar tanpa syarat yang diberikan AS kepada Israel setiap tahun.

Pada tahun 2016, Israel dan AS menandatangani perjanjian bantuan militer senilai US$ 3,8 miliar (Rp 54,3 triliun) untuk Israel selama 10 tahun, dengan Israel dapat meminta dana tambahan jika terjadi keadaan darurat.

Legislator progresif di Dewan Perwakilan Rakyat AS dan Senat saat ini berusaha untuk memblokir kesepakatan senjata senilai US$ 735 juta (Rp 10,5 triliun) dengan Israel, yang disetujui Gedung Putih sesaat sebelum pertempuran dimulai pada 10 Mei.

Namun demikian, dukungan untuk Israel tetap kuat di antara mayoritas legislator AS, dan upaya untuk membatasi itu dipastikan akan gagal.

Al Jazeera melaporkan, Joe Biden sebelumnya mengatakan dia akan mengisi kembali Iron Dome, yang membantu Israel menangkis sebagian besar dari lebih dari 4.300 roket yang dikatakan Israel ditembakkan dari Gaza selama konflik.

Rubrik
Sumber
Tempo.co

Komentar

Loading...