Irwandi Yusuf Gelar Coffee Morning dengan Pemimpin Redaksi dan Wartawan

Irwandi Yusuf Gelar Coffee Morning dengan Pemimpin Redaksi dan Wartawan

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Calon Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menjamu sejumlah pemimpin redaksi dan wartawan Aceh untuk coffee morning di kediamannya, Senin (16/1/2017) pagi. Acara itu juga dihadiri sejumlah politisi partai pengusung Irwandi-Nova, antara lain, Ketua PDIP Aceh Karimun Usman dan Politisi Demokrat Iqbal Farabi.

Dari dialog santai dan ringan, coffee morning berubah menjadi tanya jawab yang cukup panjang. Sejumlah wartawan memanfaatkan momentum itu untuk mengajukan rupa-rupa pertanyaan, baik itu yang menyangkut dengan visi-misi Irwandi-Nova, fenomena kekinian tentang kekerasan yang diduga bermotif pilkada di sejumlah daerah di Aceh, hingga tentang seluk beluk pesawat milik Irwandi Yusuf.

Soal visi misi, Irwandi menonjolkan sejumlah program unggulannya, antara lain, tentang pembenahan sektor kesehatan dengan mengevaluasi keberadaan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS). “Jika tak bisa dibenahi lagi, saya kembalikan ke JKA,” katanya.

Soal fenomena kekerasan, yang kecenderungan dalam beberapa hari terakhir menjurus ke penggunaan senjata api, Irwandi meminta aparat kepolisian berperan aktif mengungkapnya. “Jangan sikit-sikit dikatakan itu tugas panwaslih, itu lagu lama saat kapoldanya Iskandar Hasan,” kata Irwandi.

Kekerasan dengan senjata api harus dihentikan dengan menangkap dan menindak tegas pelakunya. Irwandi yakin, polisi mampu melakukan itu, apalagi dengan peralatan dan dukungan teknologi yang baik saat ini.

Irwandi menilai, sejumlah gesekan yang terjadi selama ini antara pendukung pasangan calon, bukanlah murni perintah dari kandidat. Dia menduga, hal tersebut adalah inisiatif para pendukung tertentu untuk tujuan mencari muka.

Itulah sebab, dia mengajak setiap kandidat untuk menekankan pada masing-masing pendukungnya agar menahan diri untuk sebuah pilkada yang damai dan halal. “Jadi tidak cukup hanya damai, tapi juga halal,” katanya.

Irwandi mengaku telah menekankan para para pendukungnya untuk menjalankan kaedah-kaedah tersebut. “Setiap mereka bertindak, mereka tahu jika untuk kekerasan saya tidak setuju dan marah,” katanya.

Soal pesawat yang sering ditungganginya wara wiri di langit Aceh, kata Irwandi, didapatkannya dengan harga diskon pabrikan yang kebetulan berteman dengannya.

“Saya menawarkan diri jadi agen untuk Asia Tenggara, jadi saya diberi diskon,” ungkapnya. “Harga yang saya keluarkan tak semahal satu unit Simpati Star,” kata Irwandi disabut tawa para wartawan.(*)

Rubrik

Komentar

Loading...