Irwandi Minta Alim Ulama Tinjau Ulang Tradisi Mak Meugang

Irwandi Minta Alim Ulama Tinjau Ulang Tradisi Mak Meugang
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf saat pidato usai pelantikan bupati-wakil bupati Aceh Tenggara | BERITAKINI.CO/A. Putra

BERITAKINI.CO, Kutacane | Gubernur Aceh Irwandi Yusuf meminta alim ulama di Aceh untuk meninjau ulang tradisi mak meugang (tradisi menikmati daging sapi/kerbau jelang hari besar Islam) yang berlangsung di Aceh. Fenomena saat ini dinilainya telah bergeser dari esensi mak meugang itu sendiri.

“Di Aceh, yang paling menakutkan bagi pejabat, termasuk saya, yaitu ketika berjalan mak meugang,” kata Irwandi saat pidato usai pelantikan Bupati-Wakil Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim-Bukhari, Senin (2/10/2017) di Kutacane.

Dia menceritakan, dahulu semasa jaman kesultanan Aceh, memang tradisi ini pernah dijalankan.

Sultan, kata dia, mewajibkan para ulebalang (golongan bangsawan) untuk mendata rakyat miskin, janda-janda dan anak yatim, sebelum mendistribusikan daging meugang menjelang puasa atau lebaran.

“Tapi apa yang terjadi di kampung saya, bagian pesisir, mak meugang puasa itu lebih wajib dari puasa," kata Irwandi disambut tawa pengunjung ruang paripurna tersebut.

Dua minggu menjelang mak meugang, kata Irwandi, sejumlah pihak sudah sibuk ke sana kemari mencari dana. "Dan ini tidak terjadi masa-masa saya kecil,” kata Irwandi.

Saat ini, kata Irwandi, mak meugang adalah kebutuhan ekstra digantungkan kepada para pejabat. Sehingga bagi yang tidak tahu cara menangkisnya, maka korupsi menjadi jalan keluar.

“Oleh karena itu, saya anjurkan pada alim ulama agar meninjau kembali tradisi mak meugang ini, apakah masih wajar atau sebaliknya, apakah masih batas mubah atau makruh,” katanya.

Permintaan ini, kata Irwandi, bukan karena dia anti terhadap adat istiadat. “Tapi saya merasa malu dengan keadaan saat ini, sepertinya kita kehilangan harga diri,” katanya.

Bicara anak-anak yatim, kata Irwandi, semua yang tercatat di sekolah, sudah diberi beasiswa sejak 2009.

Dan dalam beasiswa itu sudah termasuk uang mak meugang. Konon lagi, akhir tahun ini masing-masing anak yatim akan mendapat tambahan Rp 600 ribu.

“Jadi tidak ada alasan lagi bagi teman-teman di lapangan menjelang mak meugang mencari dana untuk anak yatim,” katanya.(*)

Komentar

Loading...