Irwandi: Korban Tsunami Tak Membutuhkan Doa Kita, Apa Sebab?

Irwandi: Korban Tsunami Tak Membutuhkan Doa Kita, Apa Sebab?

BERITAKINI.CO, Kutacane | Keinginan besar Gubernur Aceh Irwandi Yusuf untuk memperbaiki citra Aceh di mata internasional masih terbentur rupa-rupa persoalan.

Aneka kritik mengalir deras tatkala Irwandi mencoba untuk menggagas ide dan mencoba merealisasikannya.

Salah satunya adalah gagasan untuk membuat Aceh Solidarity International Cup. Even ini sempat ramai dipergunjingkan ketika masih menggunakan nomenklatur Tsunami Cup.

Baca: Irwandi Sudah Prediksi Judul ‘Tsunami Cup’ akan Kontroversi

"Tapi memang banyak yang protes ini dilakukan lantaran dekat-dekat dengan momen terjadinya tsunami. Korban tsunami, membutuhkan doa kita, katanya,” ungkap Irwandi saat pidato usai melantik Bupati-Wakil Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim-Bukhari di Kutacane, Senin (2/10/2017).

Namun, kata Irwandi, ada satu hal yang mereka (pengkritik) lupa. “Korban tsunami tak membutuhkan doa kita. Apa sebab? Sebab mereka meninggal dan mendapat pahala syahid,” katanya.

“Kalaupun ada tambahan, itu dari sedekah zariah semasa hidup, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang seleh yang mendokannya.”

Irwandi juga mempertanyakan banyak orang yang mencerca dia di media sosial. “Lantas saya bertanya, apakah yang mencerca itu anak yang saleh?”

Irwandi mengatakan, Aceh memerlukan upaya promosi yang baik jika ingin cepat berkembang. Saat ini, kata dia, dunia luar masih menilai Aceh bermasalah dari segi keamanan.

Begitu juga dengan energi. Alhasil, petumbuhan investasi di Aceh berjalan sangat lambat.

“Aceh yang terkini memang Aceh yang kekurangan energi. Dari kebutuhan rumah tangga 340 MW, yang baru kita hasilkan 270 MW. 70 MW lagi, masuknya dari Medan. Jadi anggapan yang salah juga jika kita harus putus dengan Medan, kalau kita surplus pun, kita tak bisa putus dengan Medan, karena nanti tak tahu jual arusnya kemana,” kata Irwandi.

Faktor energi dan keamanan, kata Irwandi, menjadi prioritasnya ke depan. Memperbaiki citra Aceh agar dunia internasional tak lagi memandang Tanah Rencong sebagai daerah yang tak aman, dan memastikan ketersediaan energi untuk menjawab keinginan untuk menumbuhkan investasi.

“Saya baru-baru ini ada menandatangani 4 sampai 5 rencana investasi di bidang energi. Geothermal ada 2, hydropower (teknologi yang mengubah air menjadi energi listrik) ada 3, dan pembangkit tenaga gas ada 1,” ungkapnya.

Menurut Irwandi, kebanyak calon investor tersebut adalah penanam modal asing. “Mengapa? Karena hanya ke Aceh lah investor tak mau masuk. Takut karena Aceh dikatakan rawan.”

Itulah sebabnya, dia bersama Presiden Jokowi berketetapan hati untuk membawa masuk investor luar negeri ke Aceh.

Salah satunya dengan merancang even-even skala internasional. “Biar ada alasan kita mengatakan Aceh sudah aman, lewat even-even internasional ini. Agar masyarakat internasional melihat Aceh tak seperti yang mereka dengar,” kata Irwandi.

Di akhir tahun ini, kata dia, akan ada even Sail Sabang yang akan dihadiri ribuan warga asing. Ada juga even olahraga internasional yakni pertandingan bola internasional.

Tahun depan, kata Irwandi, ada even internasional lainnya yang akan diselenggarakan di Aceh. “Biar gagah Aceh ini. Saya mau bikin maraton internasional di Sabang. Kita buka Sabang dulu,” katanya.

Irwandi juga mengatakan akan menampung ide-ide cemerlang dari kabupaten/kota untuk memperbaiki reputasi Aceh.

“Kalau ada ide-ide apa yang kita lakukan di Aceh Tenggara, misal arung jeram internasional atau ekspedisi internasional gunung Lauser, ini akan menarik,” katanya disambut aplaus pengunjung paripurna DPRA Aceh Tenggara.

Di Aceh Tenggara, kata Irwandi, ada sungai besar dengan arus kencang, dengan potensi hydropower. Menurut data, katanya, potensinya mencapai 266 MW.

“Kalau ini ada yang garap, maka Aceh Tenggara dan Gayo Lues tak akan lagi kekurangan listrik,” katanya.

Namun Irwandi yakin, Raidin  Pinim-Bukhari mampu mewujudkan ketersediaan energi tersebut. “Saya yakin di periode saudara akan berdiri pembangkit tenaga air ini,” katanya.

Di samping itu, Irwandi juga mengatakan akan menemui menteri luar negeri untuk menanyakan kabar berita ihwal sikap duta besar di luar negeri.

“Karena ada berita, ketika ada beberapa pemohon luar negeri ingin berkunjung ke Aceh, si duta besar justru bertanya, ‘apakah yakin ingin ke Aceh?’ Ini juga penyakit, masih ada pertanyaan-pertanyaan seperti itu,” katanya.(*)

Rubrik

Komentar

Loading...