Inspektorat Temukan Penyelewengan Dana Desa Capai Rp 1,16 Miliar di Pidie

Inspektorat Temukan Penyelewengan Dana Desa Capai Rp 1,16 Miliar di Pidie

BERITAKINI.CO, Sigli | Aparat Pengawas Internal Pemerintahan (APIP) Inspektorat Kabupaten Pidie menemukan kerugian negara mencapai Rp 1,16 miliar lebih dalam pelaksanaan dana desa.

Hal itu diketahui dari hasil audit dana gampong yang dilakukan pengawas terhadap 11 gampong di kabupaten itu untuk tiga tahun anggaran yakni 2016, 2017 dan 2018.

Kepala Inspektorat Pidie Mustafa Kamal kepada BERITAKINI.CO, Kamis (12/9/2019) merincikan, jumlah kerugian negara paling tinggi terjadi di Gampong Neuheun, Kecamatan Batee yang mencapai angka Rp 199 juta lebih.

Selanjutnya, Gampong Aron, Batee Rp 165 juta; Gampong Barat, Pidie sebesar Rp 163 juta; Gampong Pulo Siblah, Kecamatan Tiro/ Trueseb Rp 158,4 juta; dan disusul Gampong Paloh Teungeh, Keumala Rp 127,8 juta.

Sementara Gampong Teupin Raya, Batee Rp 89,3 juta; Maucat Adan, Mutiara Timur Rp 84 juta; Batee, Kecamatan Muara Tiga Rp 74,8 juta; Gampong Suka Jaya, Muara Tiga Rp 51,5 juta; Gampong Alue, Pidie Rp 35,4 juta; dan kerugian terkecil ditemukan di Gampong Paloh Tinggi, Mutiara Timur yakni sebesar Rp 18,7 juta.

“Dari Rp 1,1 miliar kerugian negara yang kita temukan, Rp 663,4 juta sudah dikemblikan ke kas gampong,” kata Mustafa Kamal, Kamis (12/9/2019).

Mustafa menambahkan, gampong yang terakhir menyetor kerugian negara yakni Gampong Neuhuen, Kecamatan Batee yang menyerahkan Rp 138, 5 kepada bendahara gampong yang ikut disaksikan pihaknya di kantor inspektorat setempat.

Sementara dari 11 gampong, empat gampong di antaranya belum mengembalikan sepeserpun kerugian yang timbul tersebut, yakni Gampong Sukajaya, Muara Tiga; Gampong Alue, Pidie; Gampong Teupin Raya, Batee; dan Gampong Pulo Siblah, Tiro/Truseb.

 “Jika memang kerugian keuangan negara tidak dikembalikan dalam batas waktu 60 hari kerja, maka akan ditangani Aparat Penegak Hukum (APH)," katanya.

Rubrik
Pemprov Aceh

Komentar

Loading...