Inspektorat Aceh Diminta Uji Forensik Penetapan Pemenang Proyek Multi Years

Inspektorat Aceh Diminta Uji Forensik Penetapan Pemenang Proyek Multi Years

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA) meminta Inspektorat Aceh melakukan uji forensik atas penetapan pemenang proyek multi years contract (MYC) atau kontrak tahun jamak.

Ini karena penetapan pemenang tersebut diduga mengandung hal-hal yang bertentangan dengan peraturan yang berlaku dalam sistem Pengadaan Barang dan Jasa.

Koordinator LPLA Nasruddin Bahar mengatakan telah menemukan contoh kasus yang perlu diuji forensik, di antaranya adalah penetapan PT WMM sebagai pemenang pada proyek Peningkatan Jalan Trumon-Batas Singkil Segmen I dengan HPS Rp 138,9 miliar.

Hasil penelusuran BERITAKINI.CO di laman LPSE Pemerintah Aceh, PT WMM tersebut adalah PT Wirataco Mitra Mulia. Perusahaan tersebut dipilih sebagai pemenang dengan nilai penawaran Rp 129 miliar.

“Sementara PT WMM kami nilai tidak pantas untuk dimenangkan karena banyak syarat yang tidak dipenuhi,” kata Nasruddin.

Di mana, kata Nasruddin, PT MWW dinyatakan tidak memenuhi syarat dalam proses lelang Paket Peningkatan Jalan Batas Gayo Lues-Babah Roet dengan nilai HPS Rp 125,3 miliar.

“PT. MWW ini tidak menyampaikan surat izin mendirikan AMP, izin AMDAL/UKL-UPL berdasarkan Permen LH Nomor 05 Tahun 2012, Uji Laik Fungsi/Sertifikat AMP dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional I Provinsi Aceh,” ungkap Nasruddin, Sabtu (5/11/2020).

Contoh lain, kata Nasruddin, adalah penetapan PT TM sebagai pemenang lelang proyek Peningkatan Jalan Blangkejeren-Tongra-Batas Aceh Barat Daya senilai Rp 387 miliar. Dilihat BERITAKIN.CO di laman LPSE, PT TM adalah PT Telaga Megabuana.

“Patut diduga izin AMP dan izin AMDAL belum dikantongi, tapi kelompok pemilihan sudah menetapkan PT TM sebagai calon pemenang,” katanya.

Karena itu, LPLA berharap banyak kepada Inspektorat Aceh sebagai Aparat Pengawas Intern Pemerintah untuk melakukan uji forensik.

“Hal ini perlu dilakukan karena Gubernur Aceh Nova Iriansyah pernah memberikan pernyataan supaya masyarakat dipersilakan memantau proses tender paket MYC ini supaya tidak terjadinya persekongkolan,” katanya.

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...