Ini yang akan Dilakukan Dua Pasang Kandidat Jika Terpilih Jadi Bupati Aceh Besar

Ini yang akan Dilakukan Dua Pasang Kandidat Jika Terpilih Jadi Bupati Aceh Besar
Foto: BERITAKINI.CO/Irwan Saputra

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | KIP Aceh Besar menggelar Debat Kandidat Terbuka Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Aceh Besar di Studio TVRI Aceh, Aceh Besar, Kamis (19/1/2017). Kesempatan ini dimanfaatkan oleh dua pasangan calon untuk meyakinkan pemilih dengan program-program kesejahteraan yang mereka tawarkan.

Jika terpilih, pasangan Mawardi Ali-Husaini A Wahab menawarkan enam hal pokok yang menurut mereka bisa membawa Aceh Besar ke arah yang lebih sejahtera.

Kontestan yang lebih dikenal dengan Pasangan Putih ini menempatkan pelaksanaan syariat Islam secara kaffah dalam urutan pertama program prioritasnya.

“Kami akan melibatkan ulama dalam pengambilan keputusan pemerintah Aceh Besar. Penguatan aqidah masyarakat berdasarkan Ahlusunnah Wal Jamaah, pembentukan budi pekerti berakhlakul karimah, dan penerapan syiar-syiar Islam dalam masyarakat Aceh Besar,” kata Mawardi Ali dalam debat kandidat dengan tema: Memilih Pemimpin Jujur, Amanah dan Berwibawa itu.

Pasangan Putih juga menempatkan agenda peningkatan sumber daya manusia sebagai progam pokok mereka. Program ini diterjemahkan dalam dua fokus utama masing-masing, melalui bidang pendidikan dan kesehatan.

Untuk pendidikan, kata Mawardi, mereka nantinya akan merealisasikan pendidikan terpadu antara agama dan pendidikan umum. “Kami juga akan meningkatkan pemerataan pendidikan, membina pendidikan dayah dan memberikan beasiswa untuk mahasiswa, pelajar dan santri kurang mampu,” janjinya.

Untuk urusan kesehatan, kata Mawardi, Pasangan Putih akan membangunan tiga rumah sakit representatif di tiga wilayah Aceh Besar. “Sumberdaya yang ada juga akan kami kerahkan untuk memberantas penyakit menular, meningkatkan gizi untuk balita dan kami akan menekan angka kematian pada bayi,” katanya.

Untuk itu, kata Mawardi, hal penting yang harus dilakukan adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, baik dan bertanggungjawab. “Jadi, kami akan memastikan SDM yang kami tempatkan memiliki profesionalisme, sehingga tercapai pelayanan yang terpadu pada masyarakat. Dan yang tak kalah penting adalah perencanaan anggaran yang efesien dan menjamin pemertaan pembangunan seluruh wilayah Aceh Besar,” katanya.

Disisi lain, kata Mawardi, peningkatan kualitas dan kuantitas Infrastruktur juga menjadi konsen Pasangan Putih. Misal, dengan meningkatkan kapasitas pelabuhan, membangun jalan-jalan untuk membuka akses ke sentra-sentra produksi masyarakat, membangun dan memperbaiki irigasi pertanian untuk mendorong tingat produksi petani, serta membangun jaringan air bersih yang merata di seluruh Aceh Besar.

“Kita juga akan memprioritaskan pemberadayaan ekonomi masyarakat berbasis mukim dan gampong yang dititikberatkan pada sektor pertanian. Targetnya adalah satu mukim satu komoditas unggulan,” katanya.

Pasangan Saifuddin Yahya (Pak Cek)-Juanda Djamal atau yang dikenal dengan Pasangan Mereh juga memiliki sederet misi untuk memajukan Aceh Besar. Mereka mengusung konsep pembangunan berbasis kawasan yakni Aceh Lee Sago.

“Yang kami titikberatkan pada pemerataan dan pelayanan pada semua sektor dan kawasan. “Visi kami adalah terwujudnya pembangunan dengan nilai-nilai Keislaman Ahlusunnah Wal Jamaah dan ke Acehan menuju masyarakat Aceh Besar yang cerdas dan sejahtera yang diimplementasikan dengan UUPA,” kata Pak Cek.

Juanda Djamal menambahkan, mereka juga akan memastikan terwujudnya pembangunan Aceh Besar yang terencana, partisipatif, terintegrasi berkelanjutan, berwawasan lingkungan dan Islami melalui pemanfaatan potensi pertanian, perikanan menuju kemandirian masayarakat Aceh Besar.

“Tata kelola pemerintahan yang bersih baik amanah dan profesional dengan pelayanan birokrasi yang proaktif, sistem pro rakyat,” katanya.

Untuk urusan kesehatan, Pasangan Merah akan menjadikan masyarakat Aceh Besar sebagai masyarakat yang sehat, lewat pemenuhan gizi yang cukup dan mendorong pola hidup sehat.

“Kita juga akan meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan, pelatihan terpadu, sistematis, berdaya saing dan berakhlak mulia. Memperkuat peran semua institusi adat di semua lapisan untuk memperkuat pemerintahan gampong dan meningkatkan kepedulian pada anak sebagai generasi masa depan,” kata Juanda.(*)

Komentar

Loading...