Ini Persoalan Teknis yang Sebabkan Paripurna Penyampaian Rancangan Qanun APBA 2021 Batal

Ini Persoalan Teknis yang Sebabkan Paripurna Penyampaian Rancangan Qanun APBA 2021 Batal
Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | DPRA menunda rapat paripurna penyampaian Nota Keuangan Rancangan Qanun APBA 2021.

Sesuai jadwal, penyerahan dokumen anggaran itu harusnya dilangsungkan pada Jumat (20/11/2020) atau setelah eksekutif-legislatif menandatangani kesepakatan bersama Kebijakan Umum Anggaran (KUA)-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2021. Namun batal atas alasan teknis yang tak dijelaskan lebih lanjut oleh pimpinan DPRA.

Lihat: Nova-DPRA Akhirnya Tandatangani Kesepakatan Bersama KUA-PPAS 2021

Dikonfirmasi ulang, Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin mengatakan, penundaan dilatarbelakangi beberapa hal teknis di antaranya eksekutif yang membutuhkan waktu tambahan untuk menyesuaikan isi dokumen anggaran sebelum diserahkan.

Ini menyusul adanya beberapa perubahan, terutama pada prioritas plafon anggaran sementara SKPA, sehingga membutuhkan waktu tambahan untuk perbaikan.

Dahlan mengatakan, perubahan tersebut merupakan hasil pembahasan dan telah disepakati bersama antara Badan Anggaran dengan Tim Anggaran Pemerintah Aceh.

Adapun Rancangan APBA 2021 tersebut, kata Dahlan, harusnya merujuk pada KUA-PPAS yang sudah disepakati bersama.

"Saat pembahasan KUA-PPAS itukan ada perubahan-perubahan, ini tentu harus disesuaikan, karena nanti Rancangan APBA 2020 itu akan dibahas lagi," katanya.

DPRA, kata Dahlan, kini menunggu eksekutif untuk menyampaikan Rancangan APBA 2021 tersebut berdasarkan KUA-PPAS hasil kesepakatan.

Rubrik

Komentar

Loading...