Dipanggil Dewan, Begini Penjelasan Manajemen RSUD CND Terkait Kematian Dua Pasien Anak Usai Disuntik

Dipanggil Dewan, Begini Penjelasan Manajemen RSUD CND Terkait Kematian Dua Pasien Anak Usai Disuntik

BERITAKINI.CO, Meulaboh | Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat memanggil manajemen RSUD Cut Nyak Dhien (CND) Meulaboh, Senin (29/10/2018).

Pemanggilan tersebut terkait dengan meninggalnya dua pasien usai disuntik oleh perawat di rumah sakit itu, Jumat lalu (19/10/2018).

Baca: Terkait Pasien Meninggal Usai Disuntik, Polisi Periksa Dokter dan Perawat RSUD CND Meulaboh

Ada fakta baru terungkap dalam pertemuan yang dipimpin oleh ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE. Dimana, pihak rumah sakit mengaku kedua pasien yang dirawat di ruang anak itu meninggal disebabkan oleh emboli (penyumbatan) dan efek samping obat yang disuntik oleh petugas medis.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat komisi tersebut, pihak rumah sakit juga mengaku jika petugas medis yang menangani pasien atas nama Alfareza, warga Desa Pante Cermen, Kecamatan Pante Cermen, Aceh Barat; dan Asrol Amilin, warga Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, merupakan staf administrasi dan belum memiliki Surat Tanda Registrasi (STR).

Selain itu, Kepala Ruang Anak RSUD CND Eka Herlina, juga mengakui jika petugas yang menyuntik Alfareza dan Asrol Amilin berinisial D, tidak lulus dalam tahapan seleksi tenaga medis yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat bekerjasama dengan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) pada Juli 2018.

Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE mengaku menyesali atas serangkaian masalah di rumah sakit plat merah tersebut. Menurut Ramli, pihaknya menemukan sejumlah kelemahan di segi pelayanan kepada masyarakat.

“Seperti petugas jaga malam, banyak yang disuruh itu tenaga honorer, sementara yang PNS terkadang tidak hadir,” kata Ramli.

Bahkan, kata Ramli, banyak tenaga medis yang memiliki skill professional dipindah tugaskan ke tempat lain.

“Petugas yang lama itu sudah dibekali dengan berbagai bimtek untuk menunjang keahlian. Kenapa harus dipindahkan ke tempat lain? Tarik kembali mereka yang sudah berpengalaman, jangan anak-anak baru yang ditugaskan, apalagi tidak memiliki STR,” pintanya.

Direktur Rumah Sakit RSUD CND Furqansyah, dalam kesempatan itu mengakui jika rumah sakit yang dipimpinya itu memiliki sejumlah masalah.

Kata dia, pihaknya akan berbenah dan mengevaluasi kembali kinerja manajemen sesuai dengan saran yang disampaikan oleh dewan.

“Kita akan membenah untuk memberikan pelayan terbaik. Setiap ruangan yang ada di rumah sakit nantinya harus memberikan laporan secara berkala kepada manajemen terkait perkembangan pasien,” katanya.

Terkait dengan sanksi terhadap petugas medis yang menangani dua pasien itu, Ia mengaku belum memberikan teguran keras.

“Teguran keras belum kita berikan, kita lakukan dulu pembenahan terhadap manajemen,” katanya. | AIDIL

Rubrik

Komentar

Loading...