Ini Pengakuan Para Kanibal di Dunia Tentang Rasa Daging Manusia

Ini Pengakuan Para Kanibal di Dunia Tentang Rasa Daging Manusia

BERITAKINI.CO | Banyak praktik kanibalisme di era modern yang berhubungan dengan kelainan jiwa. Beberapa di antara pelaku kanibal, sering mendeskripsikan rasa daging manusia.

Di tahun 2003 lalu, Indonesia dihebohkan dengan kasus kanibalisme yang dilakukan oleh Sumanto. Pria asal Purbalingga ini, pernah menjelaskan rasa daging manusia yang ia santap. Tidak hanya Sumanto, banyak pelaku kanibal di luar negeri yang sering mengungkapkan hal sama.

Dilansir Ranker (23/11), berikut pengakuan para kanibal di dunia tentang rasa daging manusia.

Sumanto

Nama Sumanto dikenal luas setelah ia mencuri mayat seorang wanita tua, lalu memakan daging jenazah itu sebagai bagian dari ritual ilmu yang tengah dijalaninya. Kasusnya sempat menggemparkan Indonesia di tahun 2003.

Kala itu Sumanto mendeskripsikan daging manusia memiliki rasa yang enak, mirip seperti rasa daging babi. Tapi pengakuannya yang lebih kontroversial adalah, ketika ia berkata bahwa lebih enak daging anjing, tikus, hingga kucing dibandingkan daging manusia.

Jeffrey Dahmer

Di akhir era 80an, ada Jeffrey Dahmer, pembunuh berantai asal Amerika yang setidaknya membunuh lebih dari 17 pria dan anak laki-laki. Sadisnya setelah dibunuh, para korbannya ini kemudian dimutilasi dan diolah menjadi hidangan.

"Bagian paha, bisep, dan organ dalam, punya rasa yang lezat seperti steak filet mignon," tuturnya. Filet mignon sendiri merupakan bagian daging sapi yang paling lezat, karena teksturnya lembut dan gurih. Selain itu Jeffrey juga sering memberikan makanan berisi daging manusia untuk tetangganya.

Albert Fish

Selama tahun 1924 hingga 1932, Albert Fish telah membunuh, memperkosa, hingga memakan lebih dari 100 anak kecil di Amerika. Ketika ditangkap, Albert mengaku bahwa dia pernah memakan salah satu tubuh korbannya yang bernama Billy Gaffney.

"Alat vitalnya punya lemak yang enak ketika dipanggang dalam oven. Lalu saya membuat kaldu dari kuping, hidung, bagian wajahnya, hingga perut. Lalu saya tambahkan bawang bombay, seledri, dan lada, rasanya sangat enak," ungkap Albert.

Albert juga mengaku bahwa dia memakan semua bagian tubuh Billy selama 4 hari penuh, karena rasanya sangat enak "Rasa dagingnya manis seperti kacang," pungkasnya.

Armin Meiwes

Di tahun 2001, Armin Meiwes merupakan seorang ahli komputer asal Jerman yang memasang iklan online, untuk mencari orang yang rela bagian tubuhnya dimakan olehnya. Lewat iklan ini ia bertemu dengan Bernd Jürgen Armando Brandes, seorang insiyur asal Berlin yang bersedia untuk menjadi korbannya.

Menurut pengakuannya di televisi, Armin menjelaskan bahwa daging manusia rasanya mirip seperti daging babi, tapi lebih pahit dan rasanya lebih kuat. Ia juga memakan bagian tubuh korban engan green pepper sauce, ditambah kroket dan sayuran. Seramnya, Armin mengonsumsi daging korbannya selama 10 bulan, dengan menyimpannya di freezer, hingga di bawah kotak pizza.

Mao Sugiyama

Mao Sugiyama merupakan illustrator asal Jepang, yang sempat viral di tahun 2012 karena menyajikan alat vitalnya sendiri untuk para tamu, dalam rangkaian seni. Sugiyama sengaja mengoperasi penis dan testikelnya, kemudian ia olah menjadi makanan untuk orang-orang.

Hasilnya hidangan aneh ini disajikan untuk lima orang, termasuk dirinya. Menurut salah satu tamu yang memakan daging itu, tekstur daging penis manusia ternyata cukup keras dan alot. Bahkan garpu miliknya sampai bengkok, ketika ia mencoba memotongnya. Sementara untuk daging testikel, teksturnya keras namun lembut di dalam, dengan aroma sedikit amis.

Issei Sagawa

Di tahun 1981, nama Issei Sagawa sempat terkenal karena membunuh sekaligus mengkonsumsi tubuh korbannya. Meski berasal dari Jepang, Issei melakukan praktik kanibalisme ini di Paris, saat dia menempuh pendidikan di sana.

Menurutnya daging manusia itu tidak memiliki aroma, dan rasanya paling enak dibandingkan jenis daging lainnya.

"Daging manusia tidak memiliki aroma, dan ketika saya makan beberapa hari kemudian, sebelum saya ditangkap. Rasanya jadi lebih manis, dan lebih enak,"

Rubrik
Sumber
Detik.com

Komentar

Loading...