Ini Kesepakatan Pemkab Singkil dan Masyarakat Terkait Sengketa Tanah dengan PT Nafasindo

Ini Kesepakatan Pemkab Singkil dan Masyarakat Terkait Sengketa Tanah dengan PT Nafasindo

BERITAKINI.CO, Singkil | Sengketa tanah antara masyarakat dengan PT Nafasindo yang sudah berlangsung lama mendapatkan titik terang.

Meski berjalan cukup alot, pertemuan antara Pemkab Aceh Singkil bersama masyarakat di ruang Banggar DRPK Aceh Singkil, Selasa sore (2/10/2018) menghasilkan sembilan kesepakatan.

Baca: Tuntut Tanah Ulayat Dikembalikan, Warga Aceh Singkil Demo DPRK

Pertemuan itu dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, dan dihadiri oleh Wakil Bupati Sazali, Sekda Drs Azmi, dan beberapa anggota DPRK.

Sembilan kesepakatan yang dituang dalam berita acara hasil rapat Pemkab Aceh Singkil dengan masyarakat pertama adalah, menyurati Kementerian Agraria dan BPN untuk meminta penundaan perpanjangan HGU Nafasindo.

Selanjutnya Pemkab bersedia menganggarkan dana dan bersedia untuk melakukan ukur ulang seluruh areal PT Nafasindo.

Lalu, membentuk tim penyelesaian sengketa tanah antara Nafasindo dengan masyarakat. Kemudian mengembalikan tanah transmigrasi, mengembalikan tanah adat.

Kemudian menyiapkan raqan pembebasan lahan GOR - Sebatang sepanjang 8 KM dan luas kiri kanan 200 M, menyelesaikan tanah kelompok tani, serta menyelesaikan tanah pribadi (sesuai berkas).

Baca: Masyarakat Singkil Ancam Ambil Paksa Tanah Ulayat yang Dikuasai PT Nafasindo

“Ada beberapa tuntutan yang tak bisa dipenuhi karena kewenangan provinsi,” kata koordinator aksi Irfan Efendi, Rabu (3/10/2018).

Kata dia, hasil kesepakatan itu saat ini sedang dalam pembahasan di pemerintah kabupaten dan akan direalisasikan dalam waktu dekat.

“Dalam waktu dekat Pemkab akan menyurati kementerian untuk meminta agar HGU PT Nafasindo ditunda dulu. Kita akan berangkat sama-sama nanti,” kata Irfan.

Sebelumnya pada Selasa (2/10/2018) ratusan warga dan LSM melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRK Aceh Singkil. Mereka menuntut agar Pemkab Aceh Singkil menyelesaikan sengketa lahan antara masyarakat dengan PT Nafasindo. | IDRUS

Rubrik

Komentar

Loading...