Ini Dugaan Motif Pecatan Polisi Tikam Ustaz di Aceh Tenggara

Ini Dugaan Motif Pecatan Polisi Tikam Ustaz di Aceh Tenggara
Ustaz Zaid

BERITAKINI.CO, Kutacane | Tabir di balik aksi penikaman terhadap salah seorang penceramah atau ulama di Aceh Tenggara, Ustaz Muhammad Zaid pada Kamis (29/10/2020) lalu di Desa Kandang Belang Mandiri, Kecamatan Lawe Bulan mulai sedikit terungkap.

Penyidik dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Tenggara sementara ini menyatakan, motif pelaku menikam Ustaz Zaid dipicu faktor ketersinggungan.

Pelaku diduga kuat menikam korban karena tersinggung dengan isi ceramah terkait bersedekah lebih diutamakan demi kepentingan akhirat.

Ustaz Zaid kemudian membandingkan kecenderungan masyarakat dalam bersedekah untuk urusan dunia dan akhirat.

Seperti halnya sumbangan atau sedekah saat acara maulid dibandingkan acara pemamanan (pesta adat suku Alas). Kalau pemamanan warga mau menyumbang Rp 20 ribu tetapi untuk acara maulid kebanyakan hanya Rp 5 ribu.

Lihat juga: Pecatan Polisi Penikam Ustaz di Aceh Tenggara Minum Tuak Sebelum Beraksi

“Sehingga kemungkinan besar ada rasa ketersinggungan dari pelaku atas ungkapan isi ceramah tersebut. Lantas ia pun nekat mendatangi mesjid tersebut kemudian melakukan penganiayaan dan berujung pada penikaman terhadap ustaz Zaid,” kata Kapolres Aceh Tenggara melalui Kasat Reskrim AKP Suparwanto dihubungi BERITAKINI.CO, kemarin.

Pihak kepolisian saat ini telah memeriksa 13 saksi secara intens, termasuk saksi korban dari rekan Ustaz Zaid.

“Hal tersebut masih berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang sudah kita periksa, kuat dugaan tersangka nekat melakukan aksi pembacokan atau penikaman karena ada ketersinggungan dengan isi ceramah yang disampaikan tersebut,” jelas Suparwanto.

Sementara pelaku MA, yang juga pecatan polisi tersebut, hingga saat ini masih bungkam dan bersikap tidak kooperatif mengenai motifnya melakukan perbuatan tersebut.

“Penyidik masih terus berupaya meminta keterangan pada tersangka agar ada perkembangan terbaru dalam kasus ini," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...