Ini Cara Aminullah-Zainal Tekan Jumlah Pengangguran di Banda Aceh

Ini Cara Aminullah-Zainal Tekan Jumlah Pengangguran di Banda Aceh
klikkabar.com

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Calon Walikota Banda Aceh Aminullah Usman mengatakan, realisasi APBK selama beberapa tahun terakhir belum sepenuhnya bermanfaat langsung bagi rakyat. Bahkan, masyarakat kota cenderung menjadi penonton dan tidak tahu menahu untuk apa dan kemana saja dana rakyat tersebut dibelanjakan.

“Selama ini anggaran Kota Banda Aceh mencapai Rp 1,2 triliun per tahun. Namun terkesan tak terealisasi dengan baik untuk kepentingan rakyat,” kata Aminullah di hadapan warga Desa Ie Masen, Jalan Mesjid Tuha, Ulee Kareng, Banda Aceh, Rabu (28/12/2016).

Penggunaan anggaran yang relatif kurang optimal ini, kata Amin, bukan tak mungkin menjadi salah satu faktor pendorong tumbuhnya angka pengangguran di Banda Aceh. “Dari tujuh persen pada 2012, sekarang sudah 12 persen,” kata mantan Direktur Utama Bank Aceh ini.

Amin mengatakan, pertumbuhan kendaraan bermotor di Banda Aceh bukanlah satu indikator peningkatan ekonomi rakyat. “Jadi jangan berfikir hebat dengan banyak kendaraan, tapi pengangguran luar biasa bertambah. Tak heran jika aksi kriminal juga ikut tumbuh,” katanya.

Baca: Aminullah Janji Bangun Infrastruktur Representatif untuk Berzikir

Aminullah bersama pasangannya Zainal Arifin memiliki sederet rencana aksi untuk menekan lonjakan pengangguran ini. Di samping membuka lapangan kerja, semua bisa diatasi dengan cara membekali para remaja dengan skil yang baik.

Sebagai contoh, katanya, para kaum perempuan akan diberikan pelatihan-pelatihan seperti menjahit dan mengelola industri rumah tangga. Sementara bagi laki-laki akan diberikan pelatihan otomotif yang semua biaya akan ditanggung Pemko Banda Aceh.

Untuk menekan angka pengangguran, kata Amin, juga perlu membenahi sektor pendidikan.  Amin berjanji akan menghapus kesenjangan kualitas antar sekolah, dengan cara meningkatkan kualitas pendidikan yang sama terhadap semua sekolah di Banda Aceh.

“Sehingga tidak ada lagi kutipan-kutipan di sekolah karena semua biaya yang dibutuhkan akan ditanggung Pemko Banda Aceh,” katanya.

Selain itu, kata Amin, untuk menyerap angkatan kerja, Pemko Banda Aceh akan membuka kembali formasi Pegawai Negeri Sipil yang telah 10 tahun "digembok".

“Insya Allah akan membuka gembok besar itu, agar masyarakat Banda Aceh dapat diterima lagi sebagai PNS. Ini juga cara mengurangi pengangguran di Banda Aceh,” kata Amin disambut aplus para hadirin.

Bagi warga yang mendapat jatah raskin, kata Amin, nantinya tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk penebusan, karena sudah ditanggung oleh pemerintah.

“Kemudian bagi yang meninggal dunia, Pemko Banda Aceh akan memberi santunan kepada keluarga yang ditinggal sebesar Rp 3 juta,” katanya. (*)

Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...