Iming-imingi Proyek, Direktur PT Era Jaya Maju Join Diduga Gelapkan Uang Kontraktor Rp 700 Juta

Iming-imingi Proyek, Direktur PT Era Jaya Maju Join Diduga Gelapkan Uang Kontraktor Rp 700 Juta
Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Raja Gunawan saat memberikan keterangan pers terhadap Direktur Utama PT. Era Jaya Maju Join Zulkarnain. (Foto: BERITRAKINI.CO/Irwan Saputra)

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Polresta Banda Aceh menangkap Direktur Utama PT Era Jaya Maju Join, Zulkarnain, warga Desa Meunasah Manyang, Kecamatan Barona Jaya, Aceh Besar atas kasus dugaan penipuan dengan iming-iming proyek.

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Raja Gunawan mengatakan, tindak pidana penipuan dan penggelapan tersebut dilakukan oleh pelaku terhadap korban J yang terjadi pada 25 April 2016 di Lorong Bandung Nomor 6, Desa Geuceu Kayee Jato, Banda Raya, Banda Aceh.

Tersangka, katanya, menjanjikan proyek lanjutan peningkatan jalan jurusan Sei Rakyat-Sie Siati, Kecamatan Panai Tengah, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada korban, selanjutnya pelaku meminta uang sebesar Rp 700 juta untuk biaya pengurusan proyek tersebut.

“Dengan tanpa menaruh curiga, korban menyerahkan uang tahap pertama pada 22 April 2016 senilai Rp 200 juta secara tunai di rumah korban yang disaksikan oleh Faisal, yang merupakan kerabat korban,” kata Raja Gunawan pada wartawan di Mapolres Banda Aceh, Jumat (28/4/2017).

Kemudian, pada 25 April 2016 korban kembali mentransfer ke rekening CV Jasa Baru dengan nomor rekening 444-666-88-68 milik Faisal senilai Rp 500 juta. Pengiriman tersebut atas permintaan dari pelaku.

Besoknya, Faisal mentransfer uang tersebut ke rekening PT Era Jaya Maju Join yang merupakan perusahaan milik pelaku melalui Bank BPD sebesar Rp 500 juta sehingga total uang yang diterima oleh pelaku senilai Rp 700 juta, dan dibuatkan kwitansi tertanggal 25 April 2016 dan ditanda tangani oleh pelaku sendiri.

Raja mengungkapkan, cara pelaku meyakinkan korban adalah dengan mengatakan kepada korban bahwa pelaku sudah memenangkan proyek peningkatan jalan yang ditender Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi Kabupaten Labuhan Batu itu.

“Pelaku menjanjikan bahwa proyek tersebut akan dikerjakan dalam waktu 13 hari bisa selesai,” ujarnya.

Pelaku menurut Raja juga mengimingi korban bahwa proyek tersebut banyak untungnya sehingga sebelum sebulan uang milik korban akan segera dikembalikan, sementara uang tersebut akan dipergunakan oleh pelaku untuk diberikan pada Bupati Kabupaten Labuhan Batu sebagai jaminan pelaksanaan kerja.

“Pelaku juga mengatakan kepada korban agar jangan takut, karena ia tidak akan berbohong apalagi mengingkari janji,” katanya.

Untuk meyakinkan korbannya, dia juga mengaku pernah mendapat keuntungan proyek senilai Rp 2,5 miliar pada 2015 lalu. Selain itu, pelaku juga mengatakan bahwa dia mempunyai aset sebesar Rp 20 miliar.

“Namum pada kenyataannya, pelaku tidak mengunakan uang tersebut untuk pengurusan proyek tersebut melainkan pelaku mempergunakan untuk keperluan pribadi seperti melunasi hutang pelaku di Bank Artha sehingga atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 700 juta,” ujarnya.

Raja mengatakan, pelaku diancam melanggar Pasal 378 Jo Pasal 372 KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

Menurutnya, pelaku sempat melarikan diri ke Jakarta, dan pihaknya sampat melakukan pencarian sampai ke Jakarta, namun begitu mendapat informasi bahwa pelaku sudah berada di rumahnya, pihaknya langsung menyergapnya pada 25 April 2017 lalu.

“Kemungkinan akan banyak korban penipuan dalam kasus ini, setelah mereka mengetahui bahwa pelaku sudah ditangkap,” katanya. (*)

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...