Ibu Ini Curhat Duit Anaknya Ludes 'Disikat' Oknum Polantas di Depan Masjid Raya Banda Aceh

Ibu Ini Curhat Duit Anaknya Ludes 'Disikat' Oknum Polantas di Depan Masjid Raya Banda Aceh
Ilustrasi

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Seorang perempuan sangat kecewa dengan oknum polisi yang mengambil seluruh uang dari saku calana anaknya, Senin (23/10/2017). Hal itu dicurahkannya juga dalam akun Facebooknya Fitri Sari sekira 4 jam lalu.

Dihubungi kemudian, Fitri mengaku peristiwa itu terjadi pagi tadi di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Menurut Fitri, saat itu anaknya yang bernama Fariz sedang berkendara bersama rekannya. Mereka 4 orang dan mengendarai dua sepeda motor.

Sampai depan Masjid Raya Banda Aceh, mereka mengambil lajur yang salah. Saat itulah, peluit polisi lalu lintas berbunyi.

Fariz yang dihubungi BERITAKINI.CO mengatakan, saat itu polisi meminta mereka berhenti.

"Lalu kami berhenti. Kami dibawa ke mobil patroli yang terparkir tak jauh dari sana. Lalu ditanya SIM dan STNK, kami tidak punya,” kata Fariz yang mengaku tak memperhatikan nama dan pangkat oknum lantas tersebut.

Menurut Fariz, oknum polisi itu kemudian menyatakan, "apakah ingin dipengadilankan atau didenda."

“Jika didenda Rp 700 ribu,” kata Fariz meniru salah satu dari 5 oknum polantas.

“Kami bilang tak ada uang sebanyak itu."

"Jangan bohong kalian," timpal oknum lantas.

"Lalu diambil langsung dari saku celana saya dan teman saya, total sekitar Rp 550 ribu," aku Fariz yang juga santri di Dayah Ummul Ayman Samalanga itu.

Setelah itu, kata Fariz, mereka dibebaskan dengan menandatangani disecarik kertas.

“Saya tidak tahu uang itu untuk apa, apakah untuk polisinya atau untuk negara,” katanya.

Sementara itu, Fitri menambahkan, yang membuat dia sangat kecewa adalah karena oknum polisi tersebut mengambil semua uang anaknya.

“Untuk uang makan merekapun tak disisakan,” kata Fitri yang mengatakan anaknya itu ke Banda Aceh dalam rangka berkunjung ke rumah familinya di Lampeunerut.

Menurut Fitri, anaknya itu memang belum memiliki SIM. Mereka juga tidak membawa STNK.

"Itu memang salah, tapi jangalah diambil semua uang dari kantong, bahkan untuk makan saja mereka sudah tidak ada uang," katanya.(*)

Komentar

Loading...