Ibu dan Anak yang Tewas di Aceh Timur Ternyata Korban Pembunuhan, Dua Orang Ditangkap

Ibu dan Anak yang Tewas di Aceh Timur Ternyata Korban Pembunuhan, Dua Orang Ditangkap

BERITAKINI.CO, Idi | Polisi mengungkap penyebab kematian Siti Fatimah (56) dan putrinya Nadaatul Adraa (15), warga Dusun Jati, Desa Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur. Ibu dan anak yang ditemukan tewas di bawah kolong tempat tidurnya itu ternyata korban pembunuhan.

Adapun pelakunya kini sudah ditangkap. Mereka adalah R (46) dan M (37), keduanya warga Desa Simpang Jernih.

Para pelaku ini ditangkap Tim Gabungan Polres Aceh Timur di dua lokasi terpisah pada Rabu, 17 Februari 2021. R ditangkap di Besitang, Sumatera Utara. Sementara M, diamankan dari penjara, karena sedang menjalani proses hukum atas kasus lainnya.

Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro mengatakan, terungkapnya perbuatan pelaku diketahui berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi yang mengarah kepada kedua orang tersebut.

“R ini merupakan residivis, sedangkan M masih dalam proses hukum terkait tindak pidana memasuki pekarangan tanpa izin,” kata Eko, Kamis (18/2/2021).

Adapun aksi pembunuhan itu, kata Ako, dilancarkan pelaku pada Jumat dini hari, 12 Februari 2021.

Keduanya datang ke rumah korban menggunakan sepeda motor.

“Mereka memarkirkan sepeda motor di dekat perkebunan sawit lalu menuju rumah korban,” kata Ako.

Kedua pelaku lalu mencongkel jendela yang terbuat dari kayu, dan berhasil masuk ke rumah.

R kemudian memerintakan M untuk mengambil sebilah kayu yang terletak di dekat pintu kamar korban.

Setibanya di dalam kamar, R memberi isyarat kepada M untuk menghabisi Siti Fatimah yang saat itu sedang tidur.

Permintaan tersebut diiyakanya. Dengan menggunakan kayu, M memukul S pada bagian leher dan seputaran rahang.

Usai menganiaya Siti Fatimah, M menghampiri R yang sedang menganiaya Nadaatul Adraa dengan menggunakan besi bulat. R juga meminta M untuk ikut menghajar N.

Setelah menganiaya S dan N, pelaku menyeret tubuh kedua korban dan didorongnya ke bawah kolong tempat tidur.

Para pelaku kemudian keluar melalui jendela yang mereka congkel serta menutupnya kembali.

Sementara kayu dan besi yang digunakan untuk menganiaya S dan N dibuang di semak-semak belakang rumah korban.

Untuk menghilangkan jejak, M melarikan diri dengan bersembunyi di rumah kerabatnya di Besitang, Sumatera Utara, dan dia ditangkap tim gabungan di sana.

Sedangkan R, usai membunuh S dan N, kembali melakukan tindak pidana pengrusakan dan pengancaman terhadap warga desa setempat yang berujung R dilaporkan ke Polsek Simpang Jernih.

Atas laporan tersebut pada hari Jumat, 12 Februari 2021 sekira pukul 14:30 WIB, R diamankan ke Polsek Simpang Jernih.

“Hingga akhirnya pada Senin, 15 Februari 2021, warga Desa Simpang Jernih digegerkan dengan penemuan mayat S dan N dalam kondisi yang mengenaskan," katanya.

Tternyata keduanya dibunuh oleh dua lelaku tersebut.

"Berdasarkan pengakuan pelaku, pembunuhan itu dilatarbelakangi hutang piutang, tapi masih kita dalami motif sebenarnya," kata Eko.

Editor
Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...