Hubungan Abusyik-Fadhlullah Kembali Diisukan Retak, Pemuda Pidie Ancam Bakar Peci Merah

Hubungan Abusyik-Fadhlullah Kembali Diisukan Retak, Pemuda Pidie Ancam Bakar Peci Merah

BERITAKINI.CO, Sigli | Sejumlah pemuda di Kabupaten Pidie mengancam akan melakukan aksi pembakaran peci merah dalam waktu dekat.

Peci merah adalah atribut khas pasangan Roni Ahmad alias Abusyik dan Fadhlullah TM Daud saat maju pada Pilkada 2017 lalu. Mereka juga berhasil terpilih sebagai bupati-wakil bupati Pidie 2017-2022.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pidie, Teuku Syawal kepada BERITAKINI.CO mengatakan, aksi itu dilakukan sebagai bentuk kritik kepada pemerintah yang tidak lagi sinergi dalam menjalankan roda pemerintahan.

Pihaknya mengetahui keretakan hubungan antara Abusyik dan Fadhlullah TM Daud terjadi pasca pelantikan 96 pejabat eselon III dan IV baru-baru ini. Saat pelantikan itu, Fadhullah TM Daud tak tampak hadir di lokasi pelantikan.

“Saya dapat informasi di lapangan, keduanya (bupati dengan wakil bupati) mulai tidak sinergi lagi pasca mutasi kemarin, karena wakil bupati tidak tahu apa-apa berkaitan dengan mutasi itu,” kata Syawal, Kamis (28/5/2020).

Menurut dia, berdasarkan hasil kajian dalam manajemen pemerintahan, penunjukan pejabat fungsional tanpa melalui proses seleksi dan penilaian yang matang, hanya akan memuaskan hasrat saja, sementara pemerintahan akan terus jalan di tempat.

“Apalagi dalam hal ini, wakil bupati tidak dilibatkan dalam proses seleksi pejabat tersebut dan diduga hanya ditentukan oleh bupati dengan teman-temannya tersebut,” katanya.

Menurut Syawal, kondisi ini justru akan menjadi persoalan dalam menjalankan pemerintahan kedepannya.

“Kerana sudah menjadi rahasia umum, selama ini wakil bupati yang menjalankan pemerintahan di Kabupaten Pidie dan bupati selama ini diduga juga jarang masuk kantor dan kerap menghabiskan waktu di kebun kawasan Padang Tiji, Pidie,” ungkapnya.

 “Bupati melantik pejabat tanpa koordinasi dengan wakil. Wakil kemudian menjalankan organisasi pemerintahan, sementara bupati jarang masuk kantor. Bagaimana tidak program jadi pandek.”

Makanya, sebagai bentuk kepedulian dan kritik terhadap pemerintah Kabupaten Pidie saat ini, pihaknya akan melakukan aksi pembakaran peci merah di Bundaran Simpang Terminal Terpadu Kota Sigli (Simpang Arakate).

Mengapa memilih peci merah, sambung Syawal, karena peci merah yang diusung di kepala tersebut sebagai saksi bisu atas janji yang pernah diucapkan saat kampanye Pilkada 2017.

“Peci yang disepakati akan membawa kesejahteraan masarakat dan melawan kezaliman di Pidie,” katanya.

“Makanya kita akan membakar peci merah, supaya mereka tahu pemuda juga kritis terhadap janji yang pernah diucapkan, jangan malah membawa kezaliman bagi masyarakat.”

Syawal juga menceritakan, keretakan dua pimpinan daerah di Kabupaten Pidie juga pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, namun keduanya diketahui islah dengan ikut hadir pada peringatan hari Sumpah Pemuda tahun 2019 lalu.

Rubrik

Komentar

Loading...