Huawei Akhirnya Diperbolehkan Kembali Berbisnis Dengan Perusahaan AS

Huawei Akhirnya Diperbolehkan Kembali Berbisnis Dengan Perusahaan AS
Huawei P30 Pro VS Huawei Mate 20 Pro. ©2019 androidcentral.com

BERITAKINI.CO | Setelah sejak pertengahan Mei masuk dalam daftar hitam perdagangan AS, akhirnya Huawei diperbolehkan kembali untuk berbisnis dengan perusahaan AS.

Hal ini disampaikan sendiri oleh Presiden Trump dalan sebuah konferensi pers yang dihelat di acara G20 Summit di Osaka.

Melansir Android Authority, Trump menyebut bahwa "Perusahaan AS boleh menjual perangkat mereka ke Huawei," tanpa menyebut lebih detil lagi.

"Kita berbicara tentang perangkat yang tidak ada permasalahan keamanan nasional yang besar di sana," tambahnya.

Masih benar-benar belum jelas apa maksud dari ucapan Trump untuk saat ini, namun Huawei kini telah bisa melakukan bisnis komponen dengan Qualcomm dengan deretan produk prosesornya, serta tentunya Android OS dari Google.

Perusahaan AS Hanya "Boleh Menjual"

Dilaporkan oleh Bloomberg, beberapa perusahaan chip asal AS melobi Trump untuk meringankan batasan Huawei untuk berbisnis dengan perusahaan AS. Trump sendiri dalam konferensi tersebut punya jawaban untuk ini.

"Saya berkata kalau itu boleh saja, bahwa kita tetap menjual produk tersebut, yang merupakan produk Amerika buatan perusahaan Amerika, dan itu sangat rumit, ngomong-ngomong," ungkap Trump.

"Saya telah menyetujui untuk menjual produk tersebut sehingga perusahaan Amerika akan berlanjut," tutupnya.

Perusahaan chip yang melobi Trump tersebut dilaporkan adalah Intel dan Xlink.

Huawei sendiri menghabiskan sekitar 11 milyar USD untuk membeli perangkat di Intel, Qualcomm, dan Micron saja.

Huawei Masih Dalam Daftar Hitam

Untuk saat ini, Huawei masih ada dalam daftar hitam perdagangan tersebut. Daftar yang bernama "Entity List" atau daftar entitas tersebut belum memiliki keputusan formal untuk mengeluarkan Huawei dari sana.

Diskusi antara Tiongkok dan AS masih berlangsung, dan Trump masih menyebut bahwa Huawei adalah risiko dan ancaman keamanan negara bagi Pemerintah AS.

AS dan Tiongkok sendiri sedikit banyak telah mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan perang dagang keduanya. Putaran tarif terbaru yang akan berlaku di masa depan telah ditangguhkan, sementara Tiongkok setuju untuk membeli lebihbanyak produk pertanian dari petani AS.

Meski demikian, Huawei sendiri diharapkan sudah mulai 'kembali normal' dalam waktu dekat ini. Hal ini berarti dalam beberapa hari ke depan, diharapkan Huawei telah berbisnis kembali dengan Qualcomm, Intel, dan deretan perusahaan AS lainnya.

Meski demikian, Huawei tak bisa menjual balik perangkat besutannya, seperti smartphone dan instrumen jaringan telekomunikasi 5G, kepada AS. | Merdeka.com

Rubrik

Komentar

Loading...