Hotel Nakal di Banda Aceh, Saladin: Jika Tak Jalani Aturan, Saya Gerebek Sampai Tutup

Hotel Nakal di Banda Aceh, Saladin: Jika Tak Jalani Aturan, Saya Gerebek Sampai Tutup

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kapolresta Banda Aceh Kombes Saladin menegaskan agar setiap hotel dan penginapan di Banda Aceh menjalankan dan mempedomani qanun di setiap operasionalnya.

“Sudah ada qanun yang mewajibkan setiap hotel menanyakan setiap calon penghuninya untuk memastikan bukan pasangan non muhrim,” kata Saladin saat memberi keterangan pers, di Mapolresta Banda Aceh, Senin (23/10/2017).

Saladin memahami jika tak semua pengunjung hotel selalu membawa surat nikah.

Namun manajemen hotel setidaknya bisa mencocokkan identitas setiap pengunjung, terutama yang berpasangan. Jika memang muhrim, kata Saladin, tentu alamat dalam KTP keduanya berdomisili di tempat yang sama.

“Jadi saya harapkan hotel-hotel harus betul-betul menjaga ini. Kalau tidak akan kita gerebek sampai hotel dan penginapan itu tutup,” tegasnya.

Seperti diketahui, polisi mengungkap praktek prostitusi online yang beroperasi di Banda Aceh.

Baca:

Polisi berhasil menangkap seorang germo dan 6 orang perempuan yang dua di antaranya ditangkap di salah satu hotel.

Informasi yang dihimpun, hotel tersebut adalah Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh, di kawasan Lueng Bata.

Para wanita itu, kata Saladin, umumnya berasal dari kabupaten/kota di Aceh. “Ada juga dari Banda Aceh. Mereka adalah korban,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...