Hingga Usia Berapa Pesawat Terbang Dapat Tetap Beroperasi?

Hingga Usia Berapa Pesawat Terbang Dapat Tetap Beroperasi?
fOTO: tirto.id/Andrey Gromico

BERITAKINI.CO, | Apakah benar 26 tahun merupakan masa beroperasi yang terlalu lama untuk sebuah pesawat komersial?

Burung besar bernama pesawat terbang itu memang tidak diciptakan untuk terbang permanen di angkasa. Ada masanya ketika pesawat harus didaratkan, tidak diperbolehkan terbang lagi.

Lalu pertanyaannya hingga umur berapa pesawat boleh terbang? Dan akan digunakan untuk apa setelah tidak diperbolehkan untuk terbang lagi?

Tolok ukur layak terbang

Rata-rata pesawat komersial dapat terbang hingga 30 tahun. Namun, tolak ukur utama bukanlah tahun namun pressurization cycle yaitu berapa cycle pesawat ini telah mengalami tekanan udara di angkasa dihitung berdasarkan jumlah take off dan landing.

Sebuah Boeing 747 dapat melalui 35.000 pressurization cycle yang setara dengan 135.000-165.000 jam terbang sebelum terjadi sesuatu yang dinamakan kelelahan (fatigue) pada material logam pesawat yang menyebabkan retak di sekitar badan dan juga sayap.

Badan sayap adalah bagian yang lebih rentan terhadap retak, terutama dalam kasus perjalanan jarak dekat yang mengharuskan pesawat menempuh banyak cycle take off dan landing.

Karena alasan ini, justru pesawat yang menempuh perjalanan jarak jauh akan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Selain bergantung pada pressurization cycle, jenis pesawat juga berpengaruh terhadap masa hidup.

Contohnya, Boeing 747 biasanya dipensiunkan setelah terbang selama 27 tahun, sementara itu pesawat dengan badan yang lebih lebar seperti Lockheed Tri-star memiliki masa terbang yang lebih pendek yakni sekitar 24 tahun saja.

Bagaimana memastikan pesawat masih layak terbang?

Perusahaan penerbangan (airlines) biasanya bergantung pada program pemeliharaan dari pabrik (manufacturer) untuk menentukan apakah pesawat masih layak terbang atau tidak.

Namun, dalam poin tertentu tetap harus ada bagian yang diganti agar tetap layak. Nondestructive evaluation (NDE) biasanya dilakukan saat produksi pesawat dan juga selama program pemeliharaan pesawat untuk memastikan bahwa semua komponen berada dalam kondisi bebas dari retak.

Dalam tahap ini bahkan retak sebesar 0.04 inchi pun dapat terdeteksi. Dalam NDE, inspektor biasanya mengecek terutama di daerah fastener hole terutama di daerah dekat sayap.

NDE ekspert Deborah Hopkins mengatakan bahwa saat ini diperlukan teknologi yang lebih praktis untuk bisa mengobservasi tanpa harus melepas baut (fastener hole).

Selama ini NDE dilakukan salah satunya dengan memanfaatkan gelombang bunyi ultrasound untuk mendeteksi adanya kecacatan dalam bentuk apapun dalam material pesawat.

Saat ini juga dikembangkan teknologi robot yang dilengkapi dengan ultrasound untuk melakukan NDE yang lebih efisien.

Tempat pembuangan pesawat

Ternyata standar layak terbang berdasarkan inspeksi NDE bukan satu-satunya tolok ukur pesawat tetap digunakan untuk terbang.

Faktor seperti efisiensi bahan bakar juga kadang membuat pesawat diganti dengan versi yang lebih efisien. Airlines dari Amerika Serikat banyak menjual pesawat secondhand di pasar negara-negara bekas jajahan Rusia, dan juga beberapa pasar di Asia.

Jika tidak lagi digunakan untuk terbang lagi pesawat terbang akan diparkir di sebuah lapangan yang bernama boneyard untuk maintenance agar bisa digunakan kembali, atau diproses daur ulang bagi yang sudah tidak bisa digunakan kembali.

Di Amerika Serikat misalnya, boneyard kebanyakan adalah gurun seperti California, Arizona, New Mexico, dan Texas yang menjadi tempat pembuangan pesawat komersial sampai pesawat nuklir tipe B52.

Boneyard terbesar adalah Aerospace Maintenance and Regeneration group (AMARG) yang menjadi lahan parkir 4400 pesawat jet yang sudah pensiun.

Setelah tiba di AMARG,pesawat akan dicuci bersih untuk menghilangkan kandungan garam di badan pesawat yang dapat mempercepat laju korosi.

Tempat bahan bakar dan yang beresiko meledak juga dikosongkan. Ban dilapisi agar sinar matahari tidak membuat karen ban cepat rusak. Sebagian besar bagian dari pesawat mengalami proses daur ulang sebelum logam-logamnya dilelehkan.

Beberapa bagian bisa dijual semisal monitor cockpit seharga 30.000 dolar per item nya. Landing gear seharga 300.000 dolar. Dari harga daur ulang ini, setidaknya pasar secondhand item dari spare part pesawat menghasilkan 2.5 milyar dolar selama kurun waktu 2009-2011.

Rubrik
Sumber
kumparan

Komentar

Loading...