Hindari Potensi Korupsi, Pemuda Bener Meriah Ajak Kawal Proses Pemilihan Wakil Bupati Sisa Masa Jabatan

Hindari Potensi Korupsi, Pemuda Bener Meriah Ajak Kawal Proses Pemilihan Wakil Bupati Sisa Masa Jabatan
Riga Wantona

BERITAKINI.CO, Redelong | Wacana sidang paripurna terkait penetapan wakil bupati Bener Meriah sisa masa jabatan 2017-2022 kembali mencuat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Bener Meriah (HPBM), Riga Wantona meminta DPRK Bener Meriah harus bersikap netral dan menghindari praktek Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) saat paripurna penetapan wakil bupati nanti.

"Jangan ada praktek korupsi atau pun suap menyuap dalam pengisian wakil ini. Kita tidak ingin mendengar kabar, oknum atau pun kelompok pada tubuh DPRK berurusan dengan hukum gara-gara pengisian wakil bupati ini," katanya, kemarin.

BPBM juga mengajak semua elemen masyarakat untuk terus mengawal proses pengisian kursi wakil bupati tersebut hingga akhir.

"Perlu saya ulangi, jangan ada suap menyuap, ini kepentingan rakyat. Kami berharap proses pengisian wakil bupati ini menjadi prioritas bagi eksekutif dan legislatif, jangan pula pengisian wakil bupati kembali mandek seperti yang sudah-sudah," wanti Riga.

Hal senada juga disampaikan Sadra Munawar, salah seorang tokoh pemuda Bener Meriah ini meminta pihak keamanan yaitu penegak hukum untuk terus terlibat aktif dalam proses pemilihan wakil bupati tersebut.

"Jangan sampai gara-gara proses penetapan wakil bupati ini nanti ada berakhir di jeruji besi," harapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, ada tiga partai pengusung pasangan Ahmadi-Sarkawi pada Pilkada 2017 lalu yakni partai PKS dan PKB merekomendasikan Dailami dan Yusrol Hana. Sementara Partai Golkar baru-baru ini merekomendasikan Dailami dan Nurhasanah.

Ketiga nama bakal kandidat tersebut akan diserahkan ke meja bupati menjadi dua nama calon kandidat  setelah musyawarah masing-masing ketua partai dan diteruskan ke DPRK untuk diparipurnakan.

Rubrik

Komentar

Loading...