Heboh, Bupati Bireuen Larang Pemilik Cafe Layani Perempuan di Atas Pukul 21.00

Heboh, Bupati Bireuen Larang Pemilik Cafe Layani Perempuan di Atas Pukul 21.00

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Pemerintah Kabupaten Bireuen melarang pemilik warung kopi, kafe, dan restoran di kabupaten tersebut untuk melayani wanita di atas pukul 21.00 WIB.

Seruan itu tertera dalam edaran yang ditandatangani oleh Bupati Bireuen, Saifannur tertanggal 30 Agustus 2018 lalu.

Surat itu berisi sebanyak 14 poin tentang imbauan larangan pemilik warung kopi dalam menjalankan usaha mereka.

“Dilarang melayani pelanggan wanita di atas pukul 21.00 WIB kecuali bersama mahramnya,” demikian bunyi poin nomor tujuh dalam surat edaran tersebut.

Dalam surat aturan standardisasi bagi pemilik warung dalam menjalankan usahanya sesuai syariat Islam itu, Pemkab Bireuen juga melarang laki-laki dan perempuan makan dan minum di satu meja.

“Haram hukumnya laki-laki dan perempuan makan dan minum satu meja kecuali dengan mahramnya,” bunyi poin lainnya.

Seruan ini mendadak viral dan heboh di sosial media. Pengguna media sosial di Aceh banyak yang mengunggah seruan tersebut.

Berbagai respon postif disampaikan oleh pengguna media sosial. Namun, tak sedikit warga yang menolak dan mengkritisinya.

Pemerintah Aceh saat dijabat oleh Gubernur Zaini Abdullah juga pernah mengeluarkan larangan serupa.

Surat instruksi itu ditandatangani Zaini pada tanggal 28 Februari 2014, dan ditujukan kepada seluruh bupati/wali kota di Aceh.

Dalam instruksi tersebut, pemerintah melarang wanita nongkrong sendirian di kafe di atas pukul 21.00 WIB.

Ada sejumlah aturan lain dalam surat instruksi tersebut untuk penertiban kafe dan warung internet (warnet). Seperti pramusaji laki-laki dan wanita harus berbusana muslimah. Selain itu juga kafe dilarang menggunakan lampu yang remang-remang.

Rubrik

Komentar

Loading...