Hasil Swab Lambat Diterima, Satgas Covid-19 Aceh Tenggara Diminta Cari Solusi

Hasil Swab Lambat Diterima, Satgas Covid-19 Aceh Tenggara Diminta Cari Solusi

BERITAKINI.CO, Kutacane | Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Aceh Tenggara diminta untuk mencari solusi atas fenomena terlambatnya hasil pemeriksaan spesimen swab test atau tes usap dengan metode PCR diperoleh selama ini.

Hasil pemeriksaan yang lazimnya paling lama tiga hari, sering diperoleh setelah 10 hari.

Sementara jika menjalani tes usap mandiri, hasil bisa langsung didapat dalam satu atau dua hari.

Tokoh masyarakat Aceh Tenggara Dr Ridwan Syah mengatakan, satgas tak boleh hanya berpangku tangan atas fenomena yang sedang terjadi tersebut.

"Mengapa Kabupaten Singkil dan termasuk kabupaten lainnya di Aceh hasil swabnya cukup cepat keluar, paling lama informasinya 3 atau 4 hari, sudah keluar,” katanya, Senin (21/9/2020).

“Ternyata mereka memeriksa sampel swab itu di Laboratorium Fakultas Kedokteran Unsyiah, Banda Aceh.”

Itulah sebabnya, kata dia, Pemkab Aceh Tenggara juga perlu menjalin kerjasama dengan Unsyiah atau rumah sakit di Medan yang memiliki Lab PCR.

“Selama ini, hasil tes swab warga Aceh Tenggara dirasakan cukup lama keluar, bahkan ada yang lebih dari 10 hari baru keluar dari Balitbangkes Aceh," kata Ridwan.

Ridwan memahami bahwa setiap orang yang menjalani swab test, diharuskan untuk mengisolasi diri sampai hasilnya keluar.

Tapi kondisi tetap ini riskan, terutama jika hasil pemeriksaan terkonfirmasi positif.

Para kontak erat pasien memiliki rentang waktu yang cukup lama berinteraksi sosial, sehingga berpontesi melakukan penularan.

Jika sudah begitu, tentu akan menyulitkan satgas untuk mencari gambaran rantai penularan.

Sementara kondisi saat ini, kata Ridwan, menunjukkan adanya peningkatan penularan di Aceh Tenggara.

“Jadi satgas jangan berharap penuh pemeriksaan sampel swab hanya di Balitbangkes Aceh,” katanya.

"Ke depan hasil tes swab harus cepat keluar, jangan hanya tes mandiri untuk pejabat hasilnya cepat keluar,  seharusnya masyarakat biasa yang terpapar juga harus diprioritaskan.”

Pelaksana Harian Sekretariat Satgas covid-19 Aceh Tenggara, Nazemi Desky menyatakan akan mendiskusikan persoalan tersebut bersama dengan dinas kesehatan setempat serta pejabat terkait lainnya.

Intinya, kata dia, Satgas Covid-19 akan berupaya mencari solusi terbaik bahkan berencana menyediakan alat untuk laboratorium pemeriksaan swab atau PCR di Kutacane.

“Termasuk rencana untuk bekerja sama dengan Unsyiah dalam hal pemeriksaan tes swab juga sedang dijajaki, terima kasih atas saran dan masukannya," katanya.

Lihat juga video update Covid-19 Aceh per 21 September 2020

Rubrik

Komentar

Loading...