Harga Kopi Arabika Gayo Anjlok Rp 5 Ribu per Bambu

Harga Kopi Arabika Gayo Anjlok Rp 5 Ribu per Bambu

BERITAKINI.CO, Redelong | Harga kopi arabika Gayo jenis gelondong anjlok sepanjang lima hari terakhir ke level Rp 5 ribu per bambu.

Pengepul kopi Aman Pangeran warga Kampung Godang, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, mengatakan harga turun di antaranya karena cuaca di Tanah Gayo masih dilanda hujan deras.

“Sehingga tak bisa menjemur kopi,” kata Aman, Kamis (10/12/2020).

Menurutnya, untuk saat ini, harga biji kopi jenis green bean berkisar di antara Rp 34 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram.

“Berarti harga kopi jenis gelondong hanya bisa dibeli Rp 5 ribu sampai Rp 5,5 ribu per bambu. Upah kerja sangat tipis, belum lagi kondisi hujan yang mengakibatkan buah kopi mengembung."

Sementara itu, petani kopi Afrian Termulo warga Kampung Isaq Busur, kecamatan setempat menyebutkan, sejak turunnya harga kopi, pihaknya bersama para pemetik kopi harus membagi dua hasil yang didapat.

“Ongkos pemetik kopi saja Rp 20 ribu per kaleng, itu belum termasuk makan mereka, sedangkan per satu kaleng hanya dibeli seharga Rp 50 ribu," kata Aprian.

Dia pun berharap pemerintah setempat segera mencari solusi anjloknya harga kopi saat ini.

“Jangan nanti ketika buah kopi habis, baru ada solusi. Kalau seperti itu hanya menguntungkan para koperasi atau pengekspor kopi,” kata Afrian.

Adapun eksportir kopi Junaidi saat dikonfirmasi BERITAKINI.CO mengatakan, selain karena faktor cuaca, turunya harga kopi juga disebabkan karena menjelang akhir tahun.

Karena rata-rata penampung kopi di luar Aceh saat ini sudah tutup buku.

"Sehingga kopi yang ada saat ini tidak bisa terjual, menumpuk di gudang-gudang kopi,” kata Junaidi.

"Ditambah lagi kondisi cuaca yang hujan, banyak para eksportir dan pengepul tidak dapat menjemur kopi."

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...