Harga Bumbu Dapur Hingga Sayur Mayur di Banda Aceh Bikin Emak-emak Pingin Teriak

Harga Bumbu Dapur Hingga Sayur Mayur di Banda Aceh Bikin Emak-emak Pingin Teriak

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Harga kebutuhan rumah tangga di pasar-pasar tradisional dalam Kota Banda Aceh benar-benar bikin emak-emak ingin teriak.

Dari harga bumbu masakan, sayuran, dan kebutuhan dapur lainnya, masih saja bertahan di level yang bikin kantong menjerit.

Depi (37), seorang ibu rumah tangga yang ditemui saat sedang belanja di pasar tradisional Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, mengatakan, kenaikan harga tersebut sangat memberatkan dirinya.

"Seharusnya duit belanja cukup, karena harga mahal, jadinya kurang,” katanya, kemarin.

Hal senada juga diakui Muna (44). Kenaikan harga kebutuhan rumah tangga tersebut sudah sangat memberatkannya.

Terlebih lagi karena profesi suami Muna yang hanya sebagai penarik becak dengan penghasilan tak menentu.

"Semua harga naik, pusing. Seperti ketimun, kol, tomat, telur, daging ayam itukan bahan pokok semua. Ditambah lagi cabe merah, bawang merah yang juga naik harganya,” kata Muna.

Di sisi lain ia memahami bahwa kenaikan harga bahan pokok itu merupakan suatu hal yang lumrah tiap jelang pergantian tahun.

Muna berharap Pemko Banda Aceh atau Pemerintah Aceh dapat menggelar  pasar sembako murah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menengah ke bawah.

"Ya ini lumrah setiap bulan maulid, tapi kalau ada pasar murah dan sembako murah yang diadakan pemerintah, pasti bisa membantu kita," ujarnya.

Selain harga cabai, harga sayur mayur seperti tomat, kangkung, jeruk nipis juga naik rata-rata di kisaran Rp 3 ribu sampai dengan Rp 5 ribu per kilogram.

Sedangkan harga cabai yang awalnya berkisar Rp 30 ribu, naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Adapun harga bawang merah dari Rp 30 ribu menjadi Rp 38 ribu per kilogram. Diprediksi harga bahan pangan tersebut akan semakin melonjak selama empat bulan ke depan.

Farhan (34) penjual bahan pokok di pasar tradisional Peunayong menyebut, kenaikan harga memang tergolong biasa terutama karena masih dalam bulan maulid nabi.

Terlebih lagi, suplai bahan kebutuhan rumah tangga itu juga relatif menurun selama ini.

Alasan yang sama disampaikan Abdul, pemilik usaha dagang bahan pokok makanan di Peunayong.

Naiknya sejumlah harga bahan pokok dikarenakan kurangnya ketersedian barang. Bahkan ia memperkirakan akan ada kenaikan harga lagi dalam beberapa waktu ke depan.

“Stok barang kita kurang, permintaan pelanggan juga terlalu banyak. Dulu harga cabai Rp 30 ribu sekarang sudah Rp 40 ribu per kilogram, sedangkan bawang dari harga Rp 30 ribu sekarang menjadi Rp 38 ribu,” ujar Abdul. | Rio Syahrany

Rubrik

Komentar

Loading...