Harga Anjlok, Petani Pidie Panen Puluhan Hektar Kedelai Lebih Awal

Harga Anjlok, Petani Pidie Panen Puluhan Hektar Kedelai Lebih Awal

BERITAKINI.CO, Sigli | Petani kedelai di Gampong Mane, Kabupaten Pidie, terpaksa memanen lebih awal tanamannya dari waktu panen normal. Padahal, kedelai itu akan memasuki usia panen sekitar 1,5 bulan ke depan.

Muhammad Kasem (40), salah satu petani kedelai mengatakan, proses panen lebih awal itu dilakukan menyusul anjloknya harga komoditi itu di pasaran. Selain itu, mereka juga mengaku kesulitan menjual hasil panen.

“Di pasar kedelai dari petani ditawar Rp 7 ribu per kilogram, itupun jika ada pihak pengepul yang menampung,” kata Muhammad Kasem kepada BERITAKINI.CO, Jumat (12/10/2018).

Semantara untuk kedelai muda, Muhammad Kasem mengaku, ada agen yang datang ke daerahnya dan siap menampung hasil panen mereka.

“Mereka bersedia membeli kedelai muda dari para petani Rp 5 ribu per kilogram. Mereka bersedia membayar cash," ujar Kasem.

Kata dia, total ada sekitar 110 hektar kedelai yang dibudidayakan oleh dua kelompok tani di wilayah itu.

“Ini merupakan tahun kedua kami membudidaya kedelai. Tahun lalu, hanya mengembangkan sekitar 70 hektar. Namun terus meningkat seiring tren positif terhadap hasil panen kedelai di kawasan pengunungan Mane,” kata dia.

Sementara itu, Herman (35) salah satu pedagang dan pengepul di Mane mengaku kesulitan menjual kedelai yang dibelinya dari petani setempat.

“Saat kita pasok barang keperusahaan tahu dan tempe di kawasan Pidie, para pengusaha hanya bersedia membeli kedelai dengan harga Rp 7000/kg. Sudah dibeli murah, pembayarannya juga tersendat. Sehingga tidak cukup modal lagi untuk menampung hasil panen petani,” ujar Herman.

Kepala Bidang Produksi di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie, Admi, mengatakan kedelai lokal yang diproduksi oleh petani Mane sesungguhnya mempunyai kualitas bagus dan bisa disandingkan dengan kedelai yang dipasok dari luar daerah.

“Kita tidak bisa memaksa petani, lagi pula harga kedelai dari petani kita ditawar murah di pasaran,” ujar Admi.

Sementara Kepala Bidang Perdagangan Disperindangkop-UKM Pidie, Idham yang dikonfirmasi BERITAKINI.CO, mengaku tidak mengatahui jika petani di Kecamatan Mane mengambangkan kedelai dan kesulitan dalam memasarkan hasil panen.

Seharusnya, sambung Idham, Dinas Pertanian melakukan koordinasi terkait kesulitan pemasaran kedelai tersebut dengan pihaknya, sehingga Disperindangkop bisa membantu petani melihat peluang pasar.

“Tidak pernah disampaikan apa-apa kepada kami, padahal kita punya jaringan pasar,” kata Idham.

Komentar

Loading...