Hakim Vonis Keluarga Penyeludup 50 Kg Sabu di Lhokseumawe, Satu Hukuman Mati, Tiga Seumur Hidup

Hakim Vonis Keluarga Penyeludup 50 Kg Sabu di Lhokseumawe, Satu Hukuman Mati, Tiga Seumur Hidup

BERITAKINI.CO, Lhokseumawe | Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe memvonis empat terdakwa penyeludup 50 kilogram sabu dalam sidang pamungkas, Kamis (7/11/2019). Satu di antaranya divonis hukuman mati.  Keempatnya masih memiliki hubungan famili, warga Lhokseumawe.

Adapun yang divonis mati adalah Ibnu Sahar. Sedangkan tiga lainnya yakni Hamdan Syukranilillah, Irwandi, dan Muhammad Arazi, divonis seumur hidup.

Persidangan dimulai sekitar pukul  10:30 WIB, di Ruang Sidang Garuda PN Lhokseumawe. Hakim Ketua Mukhtar membacakan lebih dulu putusan terhadap tiga terdakwa yakni Hamdan Syukranilillah, Irwandi, dan Muhammad Arazi.

Hakim menyebutkan, ketiganya terbukti telah empat kali menyeludupkan narkoba ke Aceh. Mereka pun divonis seumur hidup.

Sementara Ibnu Sahar tercatat telah lima kali menyeludupkan narkoba dan divonis mati.

Sementara Jaksa Penuntut Umum Fakrillah mengatakan, untuk definisi hukuman seumur hidup diartikan dalam dua makna, ada yang mengartikan seumur hidup sesuai dengan umur terpidana saat vonis dibacakan, dan ada yang mengartikan seumur hidup yakni dihukum penjara sampai terpidana meninggal dunia.

"Namun, putusan Lembaga Permasyarakatan Lhokseumawe sepakat menggunakan doktrin seumur hidup dengan arti sampai meninggal dunia. Jika terpidana nantinya tidak melakukan upaya hukum banding, maka ketiga terpidana dengan status hukuman seumur hidup akan di penjara di Lapas Lhokseumawe," ujar Fakrillah.

Sementara untuk terpidana hukuman mati, kata dia, jika semua pihak menerima putusan pengadilan hari ini, maka nantinya terpidana akan diekseskusi di Nusa Kambangan atau di Lampung sesuai dengan musyawarah dan fatwa pengadilan.

"Jika terpidana nantinya tidak melakukan upaya hukum banding, maka ketiga terpidana dengan status hukuman seumur hidup akan di penjara di Lapas Lhokseumawe," katanya.

Seperti diketahui, keempat terpidana ini ditangkap Tim F1QR Lanal Lhokseumawe Lantamal I pada Maret 2019 lalu.

Komandan Lantamal 1 Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto saat itu mengatakan, tim patroli menghentikan dua unit kapal nelayan yang mencurigakan di perairan Ujong Blang, Kota Lhokseumawe.

Baca: TNI AL Ringkus Keluarga Penyelundup Narkoba di Lhokseumawe, 5 Karung Sabu Disita

"Dari hasil pemeriksaan terhadap dua buah kapal boat tersebut, anggota kita berhasil mengamankan 5 karung narkoba jenis sabu seberat 50 kilogram dan satu pucuk senjata api. Kita juga menangkap 4 orang ABK," kata Ali Triswanto, Selasa, 19 Maret 2019.

“Mereka telah lama menjadi kurir sabu komplotan Fery CS. Komplotan ini sudah terbentuk sejak tahun 2017 dan mereka merupakan keluarga besar (abang, adik serta sepupuan).”

Rubrik

Komentar

Loading...