Hakim Mahkamah Syar’iyah Jantho Vonis Pemerkosa Gadis dalam Innova Reborn 175 Bulan Penjara

Hakim Mahkamah Syar’iyah Jantho Vonis Pemerkosa Gadis dalam Innova Reborn 175 Bulan Penjara

BERITAKINI.CO, Jantho | Majelis hakim Mahkamah Syar’iyah Jantho memvonis Rizki Rahmad Mulia (25) 175 bulan penjara.

Pria warga salah satu desa di Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar sebelumnya didakwa telah memperkosa seorang gadis, sebut saja Bunga, di dalam mobil Toyota Innova Reborn.

Majelis hakim yang memeriksa perkara yakni Siti Salwa, SHI MH (ketua) dan Drs H Ridhwan serta Fadhlia S.Sy, masing-masing sebagai anggota, memutuskan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan jarimah pemerkosaan terhadap Bunga.

Seperti yang diuraikan Jaksa Penuntut Umum dalam dakwaannya, Rizki Rahmad Mulia melancarkan nafsu bejatnya itu pada 26 Agustus 2020 lalu di Jalan Lhoknga-Leupung, Kabupaten Aceh Besar.

Malam itu, dia menjemput Bunga dengan mobil Toyota Innova Reborn yang direntalnya dan membawa korban jalan-jalan.

Mereka meluncur ke arah Leupung, Kabuten Aceh Besar.

Setiba pada jalan sepi di Kecamatan Leupung, pelaku mulai menurunkan laju mobilnya.

Memecahkan keheningan, pelaku bertanya apakah korban masih perawan atau tidak.

Suasana menjadi canggung, korban menjawab "iya" dengan nada risih.

Lantas pelaku berkata "toh ku tes sigoe (coba saya tes sekali)."

Merasa dilecehkan, korban menolak mentah-mentah ajakan pelaku.

Setelah ditolak korban, pelaku kemudian membentak korban dengan mengancam akan memanggil enam temannya untuk menggilir korban.

"Setelah kami perkosa, kamu saya bunuh dan buang ke hutan," ancam pelaku seperti dilihat dalam berkas dakwaan JPU.

Seketika itu juga, pelaku mencekik dan memaksa korban untuk melakukan oral seks.

Karena korban terus menolak, kemudian pelaku menghentikan mobilnya dan mendorong korban ke jok belakang mobil.

Di situlah pelaku memperkosa korban hingga melepas spermanya dalam kemaluan korban. 

Akibat dari pemerkosaan itu, selaput dara korban robek, terdapat bekuan darah di area lubang kencing, dan luka lecet di selangkangan korban.

Hal tersebut terungkap dari hasil Visum et Repertum di RS Bhayangkara Banda Aceh.

Dan terhadap putusan tersebut, terdakwa menyatakan akan berpikir-pikir selama tujuh hari sebelum memutuskan untuk melakukan upaya hukum banding atau menerima putusan tersebut.

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Besar menyatakan menerima putusan tersebut.

Rubrik

Komentar

Loading...