Gugat Kinerja Nova: APAM Demo Kantor Gubernur Aceh

Gugat Kinerja Nova: APAM Demo Kantor Gubernur Aceh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Aliansi Pemuda Aceh Menggugat (APAM) menggelar aksi demo di halaman Kantor Gubernur Aceh, Kamis (28/01/2021).

Mereka menggugat kinerja Gubernur Aceh Nova Iriansyah, terutama soal pemanfaatan dana APBA untuk penanganan Covid-19 yang diduga dinikmati kroni-koninya.

Amatan BERITAKINI.CO, massa aksi yang berjumlah 50 orang melakukan longmarch dari Taman Ratu Safiatuddin menuju halaman kantor gubernur Aceh, pagi tadi.

Mereka membawa serta sejumlah alat peraga berisikan tuntutan terhadap gubernur Aceh.

Kedatangan massa aksi juga mendapat penjagaan ketat dari puluhan aparat gabungan yang terus menghimbau untuk menjaga jarak.

Sambil berorasi, Koordinator Lapangan Aksi Ayah Pulo meminta gubernur Aceh turun menemui mereka untuk mendengarkan tuntutan-tuntutan yang dibawa massa aksi.

Dalam orasinya, dia juga meminta kepolisian, kejaksaan bahkan KPK RI turun tangan ke Aceh untuk mengusut pengelolaan dana penanganan Covid-19. Tak kecuali soal dugaan persekongkolan pada penetapan pemenang proyek multi years.

Menurutnya, anggaran refocusing Rp 2,3 triliun sepertinya hanya dinikmati oleh oknum dan kroni-kroninya saja.

"Sementara penanganan Covid-19 amburadul di lapangan bahkan hari ini dayah-dayah yang sangat membutuhkan dana malah disunat dengan alasan refocusing," katanya.

Orator lainnya yang juga perwakilan dari Pemuda Aceh Barat Selatan Maulidar Ariandi meminta agar gubernur Aceh mengisi kursi wakil gubernur Aceh yang sudah lama kosong harus segera diisi.

"Nova jangan bermain politik kepentingan sepihak, segera finalkan kandidat wagub prioritaskan kepentingan rakyat Aceh dan pembangunan di Aceh, jangan lupa bahwa perdamaian Aceh didapatkan susah payah maka tidak pantas membiarkan dan meniadakan kosongnya kursi wagub dengan segala kompleksitas problematikanya sangat tidak mungkin dapat mengurus sendirian," katanya.

Sedana dengan Ayah Pulo, dia juga menyorot transparansi penggunaan dana penanganan Covid-19.

Dia meminta realisasi dana tersebut dibuka di depan public, karena selama ini banyak menimbulkan polemic.

"Tampaknya gubernur Aceh ingin menikmati sendiri APBA hingga 2022, yang selama ini sudah dimonopoli oleh oknum kroni-kroninya," kata Maulidar.

Setelah berorasi selama 30 menit, koordinator lapangan memberikan isi tuntutan-tuntutan tersebut kepada Asisten III Pemerintah Aceh Iskandar yang turun menemui massa aksi. | Husaini Dani

Rubrik

Komentar

Loading...