GP Ansor Aceh Tenggara Ajak Generasi Milenial Jaga Persatuan dan Keutuhan NKRI

GP Ansor Aceh Tenggara Ajak Generasi Milenial Jaga Persatuan dan Keutuhan NKRI
Ketua GP Ansor Aceh Tenggara, Muharri Kasturi

BERITAKINI.CO, Kutacane  | Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PCGP) Ansor, Kabupaten Aceh Tenggara telah selesai menggelar konferensi cabang (Konfercab) tahun 2020 di Pondok Pesantren Darul Hijrah Al- Ziziyyah, Desa Terutung Megara Asli, Kecamatan Bambel.

Pelaksanaan konfercab itu berlangsung pada Jumat, 11 Desember 2020.

Konfercab juga beragendakan pemilihan ketua tersebut, Muharri Kasturi terpilih secara aklamasi untuk memimpin 4 tahun mendatang organisasi GP Ansor di Agara.

Ketua PC GP Ansor, Aceh Tenggara yang baru terpilih, Muharri Kasturi kepada BERITAKINI.CO pada, Minggu (13/12/2020) mengatakan, tonggak dan pondasi GP Ansor sudah lama telah ditancapkan dan ditanamkan oleh para pendahulu.

Sehingga tinggal lagi bagaimana melanjutkan dari pimpinan pusat, provinsi kemudian ke daerah.

"Yang terpenting, pengurus dan kader GP Ansor di Aceh Tenggara harus memberikan manfaat kepada masyarakat,"ujar Muharri.

Penutupan Konfercab GP Ansor di Aceh Tenggara


Apalagi, kata dia, saat ini ada tantangan yang dihadapi generasi muda yaitu tatanan adaptasi kebiasan baru ditengah pandemi covid-19.

Sebab semua pihak dituntut tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) untuk pencegahan virus corona.

Untuk hal itu, GP Ansor menghimbau generasi milenial ikut berperan serta dalam menjaga imun, iman dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," katanya.

Dijelaskannya, usai terpilih agenda awal yang harus dilakukan selain kegiatan bernuansa Islami,  dalam waktu dekat pihaknya akan kembali melaksanakan pendidikan dan pelatihan (diklat) terpadu tingkat II.

Rencananya kegiatan akan digelar tahun depan 2021. Target pengkaderan atau diklat untuk 50 orang lebih,"ungkapnya.

Sebelumnya beberapa hari lalu juga sudah digelar diklat dasar terpadu ke -I berlangsung dalam pondok pesantren Darul Hijrah Al- Ziziyyah.

"Insya Allah, kata dia, peran GP Ansor di Aceh Tenggara kedepan benar-benar dapat membantu upaya memperkuat ideologi bangsa dan mewujudkan islam sebagai modal perdamaian dunia. 

Hendaknya keberadaan, GP Ansor di Agara bisa menjadi menjadi garda terdepan dalam menangkal paham radikalisme.

Apalagi di Aceh Tenggara ada bermacam suku dan etnis. "Mari jadikan perbedaan itu tetap dalam bingkai NKRI,"pungkasnya.

Terkait dengan peristiwa penganiayaan di Agara beberapa pekan lalu, penceramah ustaz Zaid ditikam saat menyampaikan tausyiah pada acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Sikap dari GP Ansor Aceh Tenggara, kami mendukung penuh tindakan kepolisian dalam penuntasan kasus tersebut. Sebab pelakunya juga telah ditahan dalam sel Mapolres Aceh Tenggara.

Kami bersama tokoh agama akan mengawal kasus tersebut,"kata dia.

Demikian juga dengan kasus anggota FPI yang meninggal di Jakarta, hendaknya kita semua jangan terlalu cepat menyimpulkan persoalan tersebut.

Jangan mudah terprovokasi dengan isu hoax dan informasi yang belum jelas kebenarannya terkait permasalahan yang terjadi.

Sebaiknya berikan kesempatan dan percayakan persoalan itu ditangani aparat kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut hingga tuntas,"kata Muharri.

Konfrensi cabang GP Ansor di Aceh Tenggara dibuka oleh ketua Nahdalatul Ulama (NU) Agara, H. Syukran LC.MA dan ikut hadir Sekretaris pimpinan wilayah Aceh GP Ansor, Azwar A Gani, Ketua Partai PKB Aceh Tenggara, Putra Lastika dan tamu undangan lainnya berlangsung di pesantren Darul Hijrah Al- Ziziyyah, desa Terutung Megara Asli pada Jumat (11/12/2020).

Pemkab Pidie Jaya-Idulfitri

Komentar

Loading...