Golongan Darah yang Rentan Diabetes Menurut Penelitian

Golongan Darah yang Rentan Diabetes Menurut Penelitian
Penelitian menunjukkan golongan darah berkaitan dengan diabetes. Berikut golongan darah rentan diabetes berdasarkan sejumlah penelitian.(Foto: iStockphoto/Michail_Petrov-96)

BERITAKINI.CO | Penelitian menunjukkan golongan darah tertentu lebih rentan mengalami diabetes dibandingkan golongan darah lainnya. Berikut golongan darah rentan diabetes berdasarkan sejumlah penelitian.

Studi yang dipublikasikan di International Journal of Chronic Diseases pada 2020 menunjukkan golongan darah B dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Sebaliknya, golongan darah O dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit metabolik ini.

Hasil studi ini juga sejalan dengan dengan penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Hematology and Blood Disorders pada 2017. Peneliti mendapati golongan darah B lebih berisiko mengalami diabetes ketimbang orang dengan golongan darah lainnya.

Temuan serupa juga terdapat dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Diabetologia. Penelitian ini khusus dilakukan pada perempuan. Hasilnya menunjukkan perempuan dengan tipe darah B, 21 persen lebih mungkin mengalami diabetes dibandingkan dengan tipe darah O yang dianggap berisiko paling rendah.

Sedangkan perempuan dengan tipe darah AB berisiko 17 persen lebih rentan diabetes daripada golongan darah O.

Sementara tipe darah A 10 persen lebih rentan terkena diabetes ketimbang tipe darah O.

Jika menggunakan faktor rhesus, golongan darah B+ 35 persen lebih berisiko mengalami diabetes tipe 2 dibandingkan O-. Diikuti dengan tipe AB+ 26 persen, A- 22 persen dan A+ 17 persen.

Sedangkan pada O-, B-, AB- hasilnya tidak signifikan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan agar orang golongan darah B melakukan pencegahan diabetes yang lebih ketat.

Meskipun temuan ini menunjukkan golongan darah B paling berisiko, bukan berarti golongan darah lain aman dari diabetes. Faktor risiko terbesar untuk diabetes adalah gaya hidup yang tidak sehat yang menyebabkan sejumlah kondisi misalnya obesitas, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan riwayat keluarga.

Oleh karena itu, setiap orang mesti melakukan pencegahan diabetes dengan diet seimbang, olahraga teratur, tidur yang cukup, mengontrol berat badan, dan mengelola stres. | CNNIndonesia.com

Rubrik

Komentar

Loading...