Gerebek Tambang Emas Ilegal di Tangse, 11 Orang Diamankan dan Satu Excavator Disita

Gerebek Tambang Emas Ilegal di Tangse, 11 Orang Diamankan dan Satu Excavator Disita

BERITAKINI.CO, Sigli | Polisi melakukan penggerebekan aktivitas penambangan emas di aliran Sungai Alue Saya, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie pada Selasa, 7 Januari 2020.

Dalam penyergapan itu, polisi mengamankan 10 orang pekerja dan seorang pendana aktivitas penambangan ilegal MN (48), warga Kecamatan Tangse, Pidie.

Kasat Reskrim Polres Pidie AKP Eko Rendi Oktama mengatakan, pengungkapan aktivitas penambangan ilegal itu berawal dari informasi masyarakat bahwa di daerah Geumpang dan Tangse terdapat aktivitas ilegal tersebut.

“Maka kita lakukan mapping terhadap kebenaran informasi tersebut," kata Eko, Rabu (8/1/2020).

Pihaknya baru menemukan lokasi pertambangan tersebut setelah 12 jam menempuh perjalanan dengan berjalan kaki.

Polisi menemukan tambang yang memang sedang aktif beroperasi.

"Ada dua lokasi yang kita temukan, dan dari dua lokasi itu kita amankan satu unit excavator, serta 10 orang yang diduga melakukan aktivitas penambangan emas ilegal," ujarnya.

Para pekerja yang diamankan tersebut masing-masing, Ram (41) warga Muara Kota, Lhoksumawe; Al (24) Kuala Simpang, Aceh Timur selalu operator becho; Ari (40), Mar (44), Sar (29), Bad (41), Am (53), Khai (18), Mud (38) warga Kecamatan Tangse, Pidie; dan Az (30) warga Baktiya, Aceh Utara.

"Dalam perkembangan, kita juga mengamankan MN yang diduga sebagai pendana dan menyuruh melakukan pertambangan ilegal di lokasi tersebut," ujar Eko.

Kasus penambangan emas ilegal di Tangse tersebut ini masih dalam proses penyelidikan pihaknya.

Rubrik

Komentar

Loading...