Gerebek Pondok Tempat Pesta dan Transaksi Sabu di Aceh Tenggara, Satresnarkoba Tangkap Pecatan Polisi dan Dua Rekannya

Gerebek Pondok Tempat Pesta dan Transaksi Sabu di Aceh Tenggara, Satresnarkoba Tangkap Pecatan Polisi dan Dua Rekannya
Ketiga tersangka kasus sabu yang diamankan petugas Satres Narkoba Polres Aceh Tenggara

BERITAKINI.CO, Kutacane | Petugas Opsnal Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Aceh Tenggara menangkap MAA (37), warga Desa Cingkam Meranggun, Kecamatan Lawe Alas karena nekat menjadi penjual narkoba jenis sabu.

Pria yang juga pecatan polisi itu ditangkap pada Kamis dini hari, 9 Juli 2020 di sebuah pondok yang cukup jauh dari permukiman warga Desa Cingkam Meranggun.

MAA ditangkap berdasarkan hasil pengembangan kepolisian dari penangkapan dua orang sebelumnya.

Kedua orang itu adalah rekan MAA, masing-masing, AS (24) warga Desa Pasir Bangun, dan JA (21) warga Cingkam Meranggun, Kecamatan Lawe Alas. Mereka ditangkap lebih dulu di pondok tersebut ketika MAA belum tiba.

Kapolres Aceh Tenggara melalui Kasatres Narkoba Ipda Andreas Ginting mengatakan, penangkapan terhadap tiga tersangka itu berawal dari informasi yang diterima petugas dari masyarakat pada Rabu malam, 8 Juli 2020.

"Laporan masuk ke polisi bahwa di pondok tersebut sering terdengar suara musik yang cukup keras. Petugas juga mendapat informasi bahwa di pondok tersebut kerap terjadi transaksi narkoba," katanya.

Petugas Opsnal Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara lantas melakukan penyelidikan.

Pada Kamis dini hari, petugas melakukan pengintaian di seputar pondok yang merupakan milik MAA itu. Polisi melihat dua orang ada di sana. Belakangan diketahui mereka adalah AS dan JA. Keduanya pun ditangkap.

"Petugas lantas memanggil perangkat desa di sana untuk menyaksikan proses penggeledahan," kata Andreas.

Benar saja, polisi mendapatkan sejumlah barang bukti narkoba yang disimpan dalam dompet di pondok tersebut.

Narkoba itu adalah milik MAA. "Di dompet itu terdapat tiga paket sabu seberat total 12,12 gram," kata Andreas.

Polisi melanjutkan penggeledahan dan kembali menemukan sabu yang disimpan dengan cara ditanam dalam tanah di seputaran pondok tersebut. "Beratnya 1,15 gram," kata Andreas.

Selain itu, terdapat juga sabu yang disimpan dalam kotak rokok seberat 0,99 gram dan sabu yang disimpan dalam kontak handphone seberat 1,26 gram.

Sehingga dari penggerebekan itu, polisi menyita total sabu seberat 15,52 gram.

Lanjutnya, selain mengamankan barang bukti sabu, petugas juga menemukan satu buah alat hisap sabu, 2 bal plastik ampul warna putih, satu buah gunting, 4 buah mancis, satu kaca tetes telinga, satu buah sendok takar sabu dan dua karpet warna hitam. Turut disita uang tunai senilai Rp 2,3 juta yang diduga hasil penjualan sabu.

Saat proses penggeledahan itu, lanjut Andreas, MAA tiba di lokasi. MAA sendiri tak mengetahui bahwa dua rekannya telah diamankan polisi.

"Setelah melihat petugas ia terdiam dan tak ada melakukan perlawanan," kata Andreas.

Kini MAA dan dua tersangka lainnya telah diamankan di Mapolres Aceh Tenggara untuk pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut.

Rubrik

Komentar

Loading...