Gerakan Aceh Hebat Desak DPRA Lanjutkan Hak Angket untuk Nova

Gerakan Aceh Hebat Desak DPRA Lanjutkan Hak Angket untuk Nova

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Sekelompok pemuda yang mengatasnamakan Gerakan Aceh Hebat (GAH) melancarkan demonstrasi di gedung DPRA.

Mereka menuntut dewan tak terus berpangku tangan atas berbagai persoalan yang kini membelit Aceh.

Koordinator Aksi Syarbaini dalam orasinya mengatakan, ada begitu banyak persoalan yang kini dialami Aceh, terutama yang berpotensi merugikan keuangan daerah.

Di antaranya adalah proyek Jembatan Kilangan Aceh Singkil yang telah menelan anggaran mencapai Rp 90 miliar lebih sejak 2014, tapi tak kunjung rampung hingga saat ini.

Selain itu, juga soal KMP Hebat 1,2 dan 3 yang diduga barang bekas, tapi bisa menelan anggaran hingga Rp 378 milliar.

Mereka juga menyoroti kebijakan Pemerintah Aceh yang ngotot menggelontorkan triliunan APBA untuk proyek multi years di  tengah angka kemiskinan Aceh yang terus melonjak.

Jumlah kemiskinan di Aceh tersebut dinilai tak sejalan dengan sumber daya keuangan yang dimiliki Aceh terutama guyuran dana otonomi khusus (otsus).

Karena itu, Syarbaini menilai, ada yang tidak beres dengan pengelolaan dana otsus tersebut.

“Kami mendukung sikap pemerintah pusat yang ingin mengusut tuntas pengelolaan dana Otsus di Aceh. Biar kita semua tahu berapa banyak sudah pejabat kita menyelewengkan dana kekhususan Aceh tersebut," katanya.

Peserta aksi lainnya, Eriza Gusmanda mengatakan, DPRA tak boleh hanya diam atas berbagai persoalan yang belum terselesaikan tersebut.

“Dewan harus mengambil peran sebagai anggota parlemen yang gentle untuk menjalankan pengawasan dengan membentuk panitia khusus (pansus),” katanya.

DPRA, kata dia, sudah sewajarnya kembali melanjutkan usul hak angket untuk menyelidiki dan mengungkap persoalan-persoalan strategis yang dialami Aceh tersebut.

Amatan BERITAKINI.CO, aksi GAH tersebut diterima oleh anggota Komisi I DPRA Fuadri.

Kepada demonstran, Fuadri mengatakan menampung seluruh tuntutan GAH.

"Kita akan tindaklanjuti, terutama terkait pansus, setahun lalu kita sudah mediasi kegiatan pansus, namun benar hari ini hasilnya belum dimunculkan ke publik," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...