Gelontorkan Rp 1,4 Miliar, Pemkab Pijay Bangun Irigasi, Tapi Tak Berfungsi

Gelontorkan Rp 1,4 Miliar, Pemkab Pijay Bangun Irigasi, Tapi Tak Berfungsi

BERITAKINI.CO, Meureudu | Pemkab Pidie Jaya telah membangun jaringan irigasi di Gampong Seunong, Kecamatan Meurah Dua pada 2016 lalu.

Celakanya, proyek yang disebut-sebut menghabiskan duit daerah senilai Rp 1,4 miliar itu, tak berfungsi alias tak mampu mengairi sawah masyarakat.

Mawardi (52), petani Blang Seunebok, Gampong Seunong mengatakan, mereka sesungguhnya masih bisa mengairi sawahnya sebelum irigasi itu dibangun. “Setelah ada irigasi, justru sawah kami tak bisa lagi diairi,” katanya, Selasa (10/10/2017).

Hal inilah yang dipertanyakan petani di sana. Mereka merasa aneh dengan infrastruktur tersebut. Menurut Mawardi, warga desa sudah pernah memperingatkan rekanan proyek tersebut agar memastikan irigasi berfungsi dengan baik.

“Tapi saat itu mereka tidak menggubris, akibatnya petani di Blang Seunubok kini rugi total karena tidak bisa bercocok tanam,” kata Mawardi.

Mawardi meminta pemerintah daerah tak menutup mata atas kondisi yang dialami warga.

"Kami minta pemerintah jangan membiarkan persoalan saluran ini lama-lama, harus ada upaya secapat mungkin, apakah harus direhab atau apalah, karena dalam waktu dekat ini sudah mulai tanam padi lagi,” pinta Mawardi.

Sementara Kabid Pengairan Dinas PU Pijay Nazaruddin mengatakan pihaknya sedang mengusahakan pemeliharaan terhadap proyek tersebut. Tetapi dia tidak mengatakan kapan waktu hal itu akan dilakukan.

"Sedang kita usahakan untuk pemeliharaan kembali dalam waktu dekat ini agar air untuk kebutuhan petani lancar," kata Nazaruddin.

Komentar

Loading...