Gelombang Pasang, Air Laut Naik ke Pemukiman Warga di Pidie

Gelombang Pasang, Air Laut Naik ke Pemukiman Warga di Pidie

BERITAKINI.CO, Sigli | Masyarakat Gampong Pasi Lhok dan Gampong Jeumeurang, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie dilanda keresahan karena air laut naik kepemukiman.

Bahkan beberapa keluarga yang tinggal dekat bibir pantai harus meninggalkan rumah mereka karena takut jika sewaktu-waktu ombak besar datang.

Warga Gampong Pasi Lhok, Kecamatan Kembang Tanjong, Azwar mengatakan, banjir rob atau naiknya permukaan air laut tersebut sudah berlangsung sejak tiga hari terakhir.

Setiap enam jam sekali, sebut Azwar, air laut naik kedaratan dan menggenangi ratusan rumah warga di dua gampong di daerah pesisir Kabupaten Pidie tersebut.

“Tiap hari air laut naik kepemukiman sejak tiga hari yang lalu, hari ini dan besok lebih parah lagi banjir robnya,” kata Azwar.

Masyarakat yang tinggal di daerah itu tidak bisa berbuat banyak atas fenomena alam tersebut, mereka hanya bisa menunggu pasang purnama segera berakhir.

Azwar mengaku masyarakat sudah berulang kali menyampaikan keluhan itu kepada pemerintah agar dibangun dinding pemecah ombak, namun hingga kini belum terealisasi.

Tidak hanya genangan air asin di pemukiman warga, puluhan meter pantai juga sudah mengalami abrasi.

Kecuali Gampong Lancang, saat ini daerah itu sudah aman dari banjir rob karena sudah terpasang batu pemecah ombak di sepanjang pantai kawasan itu.

“Hampir tiap tahun kejadian seperti ini (banjir rob), kita sampaikan kepada pemerintah agar dibangun talut pemecah ombak, namun hingga kini belum ada tindak lanjut,” timpa Azwar.

Sementara Kepala BPBD Kabupaten Pidie, Dewan Ansari menuturkan bahwa pihaknya sudah pernah mengusulkan pembangunan talut pemecah ombak di kawasan itu saat program rehab-rekon beberapa waktu lalu, namun yang terakomodir cuma bantuan rumah.

“Kita akan mengusulkan kembali jika ada bencana, jika reguler biasanya melalui PUPR atau Kelautan dan Perikanan,” ujar Dewan.

Rubrik

Komentar

Loading...