Gakkumdu Aceh Tenggara Selidiki 3 Dugaan Pelanggaran Pemilu

Gakkumdu Aceh Tenggara Selidiki 3 Dugaan Pelanggaran Pemilu
Ilustrasi pemilu

BERITAKINI.CO, Kutacane - Tim penegak hukum terpadu (Gakkumdu) pemilu serentak tahun 2019 Kabupaten Aceh Tenggara menindaklanjuti tiga laporan pelanggaran pemilu yang terjadi pascapencoblosan 17 April 2019.

"Ada tiga laporan pelanggaran pemilu saat ini sedang dalam tahap penggalian informasi atau tahap penyelidikan," ujar Koordinator Gakkumdu Hendra

Kasus pertama terjadi di Desa Kute Sari, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara. Seorang pemilih berinisial SS tidak bisa mencoblos karena hak pilihnya diduga telah digunakan oleh anggota KPPS. SS kemudian melaporkan kejadian ini ke panitia pengawas pemilu di daerah setempat.

Dugaan pelanggaran selanjutnya terjadi di Desa Terutung Belang, Kecamatan Deleng Pokhison. Di tempat ini, Ketua PPS diduga membuka kotak suara di kantor camat Deleng Pokhison tanpa sepengatahuan polisi dan panwas.

Sementara kasus terakhir terjadi di Desa Alur Buluh, Kecamatan Bukit Tusam. Seorang pemilih berinisial LS melapor karena tidak diizinkan memilih oleh penyelenggara setempat. KPPS beralasan LS tak terdaftar dalam DPT sementara LS tetap ngotot memilih menggunakan e-KTP.

"LS melaporkan KPPS dan Kepala Desa Kute Buluh Kecamatan Bambel, Selasa 23 April, ke kantor Panwaslu," kata Hendra.

Hendra menyatakan ketiga perkara ini sedang diselidiki oleh Gakkumdu. Jika terbukti, bukan tidak mungkin dugaan pelanggaran ini akan dikenakan tindak pidana pemilu.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...